Pertamax Naik Rp16.950, LCGC Harus Pikirkan BBM untuk Mesin

Bayu K. · 2 min baca · 1 hari lalu · 6 dibaca
Bisik.id
Pertamax Naik Rp16.950, LCGC Harus Pikirkan BBM untuk Mesin

Gambar atau konten salah?

Pertamax mengalami kenaikan harga pada 10 Juni 2023, menambah Rp 3.950 per liter menjadi Rp 16.950 per liter. Kenaikan ini langsung memengaruhi biaya operasional kendaraan, terutama bagi mobil yang disarankan menggunakan bahan bakar dengan oktan minimal 92.

Mobil-mobil di segmen Low Cost Green Car (LCGC) seperti Toyota Agya, Daihatsu Ayla, Toyota Calya, Daihatsu Sigra, dan Honda Brio Satya biasanya memakai BBM RON 92, setara dengan Pertamax. Persyaratan ini tertuang dalam Peraturan Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi nomor 29/IUBIT/PER/9/2014, khususnya BAB III A tentang Penandaan.

Peraturan tersebut memuat kutipan: “gunakan bahan bakar minimal Octane Number 92, dan” untuk kendaraan bermotor dengan mesin bakar cetus api, serta “gunakan bahan bakar minimal Cetane Number (CN) 51.” untuk kendaraan bermotor dengan mesin bakar nyala kompresi. Keterangan ini bersifat imbauan, bukan kewajiban.

Regulasi tambahan datang dari Permenperin nomor 36 tahun 2021 tentang Kendaraan Bermotor Roda Empat Emisi Karbon Rendah. Dalam peraturan itu, mobil LCGC diharuskan menandai informasi penggunaan bahan bakar dengan tingkat paling rendah octane number 92 untuk bensin atau cetane number 51 untuk diesel di penutup tangki bagian dalam dan pojok bawah kaca belakang.

Karena tidak ada kewajiban hukum, banyak pengendara yang mempertimbangkan beralih ke BBM subsidi berharga lebih rendah, yaitu Pertalite yang masih berada di Rp 10.000 per liter. Selisih harga per liter antara Pertalite dan Pertamax adalah Rp 6.250.

Namun, bagi pemilik mobil LCGC, disarankan tidak tergiur “turun kasta” menggunakan BBM dengan RON lebih rendah. Penggunaan bahan bakar di bawah rekomendasi dapat memengaruhi performa mesin dan berpotensi merusak kendaraan.

Manual pengguna Toyota Agya menegaskan: “Jangan menggunakan bahan bakar yang tidak tepat. Jika bahan bakar yang digunakan tidak tepat mesin akan rusak,” menekankan pentingnya mengikuti anjuran RON 92 atau lebih untuk menjaga mesin tetap optimal.

Dengan harga Pertamax yang naik, pertimbangan ekonomi memang masuk akal. Namun, bagi mobil LCGC, memilih BBM sesuai rekomendasi tetap menjadi faktor penting untuk kinerja mesin dan umur kendaraan. Memilih bahan bakar yang tepat bukan hanya soal biaya, tapi juga tentang menjaga kendaraan agar tetap berfungsi dengan baik.

PertamaxHargaLow Cost Green CarOktan 92PertalitePermenperin 2021

Komentar

Memuat komentar...