Pesawat Citilink Pecah Ban, Mendarat Darurat di Halim

Cahyo S. · 2 min baca · 1 jam lalu · 24 dibaca
Bisik.id
Pesawat Citilink Pecah Ban, Mendarat Darurat di Halim

Gambar atau konten salah?

Sebuah pesawat ATR 72-600 milik Citilink mengalami pecah ban setelah lepas landas dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Insiden ini memaksa pesawat untuk kembali ke bandara tidak lama setelah mengudara.

Corporate Secretary & CSR Group Head Citilink, Tashia Scholz, menjelaskan bahwa insiden ini terjadi pada penerbangan Citilink QG1100 dengan rute Jakarta (HLP) menuju Yogyakarta (JOG) pada 17 Oktober 2026. Penerbangan tersebut dijadwalkan berangkat pukul 05.55 waktu setempat.

Sesaat setelah lepas landas, pesawat mengalami masalah teknis pada salah satu roda pendaratan. Akibatnya, penerbangan Citilink QG1100 menjalani prosedur return to base (RTB) atau kembali ke bandara asal.

"Pesawat beserta seluruh penumpang telah kembali mendarat dengan selamat di Jakarta," kata Tashia dalam keterangan resminya pada Sabtu, 17 Oktober 2026.

Setelah mendarat, pesawat langsung ditangani oleh petugas terkait untuk menjalani pemeriksaan intensif secara menyeluruh. Dalam sebuah video yang beredar, pesawat bermesin baling-baling itu terlihat berhenti di landasan pacu.

Petugas bandar udara memberikan pengamanan ketat di sekitar pesawat. Mobil derek dan kendaraan operasional juga disiagakan. Sementara petugas sibuk menangani insiden, para penumpang dievakuasi ke tempat aman menggunakan mobil dan meninggalkan lokasi pesawat.

"Kami manajemen Citilink memohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang terjadi," ujar Tashia.

Penerbangan rute Jakarta-Yogyakarta tersebut akan diberangkatkan kembali menggunakan pesawat pengganti. Kali ini, Citilink menggunakan jenis Pesawat Airbus A320 yang terbang dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) menuju Bandara Internasional Yogyakarta (YIA). Penerbangan pengganti tersebut sudah mendarat di Yogyakarta pukul 12.40 waktu setempat.

"Penerbangan sudah mendarat di Yogyakarta pada pukul 12.40 waktu setempat. Kami manajemen Citilink memohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang terjadi," katanya.

Tashia menegaskan bahwa Citilink selalu mengutamakan keselamatan dan keamanan penerbangan. Perusahaan melakukan langkah-langkah preventif secara konsisten untuk mengidentifikasi serta memitigasi potensi risiko yang dapat memengaruhi keselamatan dan keamanan penerbangan.

Insiden pecah ban pada pesawat ATR 72-600 ini menjadi perhatian karena terjadi sesaat setelah lepas landas. Prosedur RTB yang dilakukan menunjukkan bahwa pilot dan kru mengikuti protokol keselamatan standar. Penumpang pun berhasil dievakuasi tanpa cedera, dan penerbangan pengganti menggunakan rute berbeda melalui Bandara Soekarno-Hatta.

Citilinkpecah banATR 72-600return to baseHalim Perdanakusumakeselamatan penerbanganevakuasi penumpang

Komentar

Memuat komentar...