Peta 1587 Picu Lagi Debat Lokasi Bahtera Nuh

Andi B. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Peta 1587 Picu Lagi Debat Lokasi Bahtera Nuh

Gambar atau konten salah?

Sebuah peta dunia yang dibuat pada tahun 1587 kembali memicu perdebatan tentang lokasi Bahtera Nuh. Peta tersebut, yang dikenal sebagai Planisphere karya kartografer Italia Urbano Monte, terdiri dari 60 lembar gambar tangan. Jika disusun, peta ini membentuk lingkaran dengan diameter sekitar tiga meter. Saat ini, peta tersebut disimpan di David Rumsey Map Center, Stanford University.

Yang menarik perhatian adalah ilustrasi sebuah kapal yang digambar di kawasan Pegunungan Ararat, yang kini berada di wilayah Turki modern. Dalam Kitab Kejadian pasal 8 ayat 4, Bahtera Nuh disebut berlabuh di 'pegunungan Ararat' setelah banjir besar selama 150 hari. Peneliti independen Jimmy Corsetti menilai posisi kapal pada peta itu bertepatan dengan Formasi Durupinar, sebuah struktur berbentuk kapal di Turki timur.

"Lokasinya sama dengan Situs Durupinar, begitu juga panjangnya," tulis Corsetti dalam unggahan di media sosial X. Formasi Durupinar sendiri merupakan struktur geologi sepanjang sekitar 164 meter yang ditemukan pada tahun 1959 di dekat Gunung Ararat. Bentuknya menyerupai kapal, sehingga menarik perhatian kelompok yang percaya situs tersebut adalah sisa Bahtera Nuh.

Belakangan, tim Noah's Ark Scans melakukan survei menggunakan ground-penetrating radar (GPR) di lokasi itu. Mereka mengklaim menemukan pola lorong dan rongga di bawah permukaan yang dianggap menyerupai struktur kapal bertingkat sebagaimana digambarkan dalam Alkitab. Namun, temuan tersebut belum mendapat pengakuan dari komunitas arkeologi arus utama.

Andrew Jones, peneliti dari Noah's Ark Scans, mengatakan hasil pemindaian menunjukkan adanya struktur yang layak diteliti lebih lanjut. "Yang menarik, rongga-rongga ini tampak tersusun di bawah permukaan dan bukan sekadar acak," kata Jones.

Meski klaim tersebut kembali menarik perhatian publik, para ilmuwan mengingatkan bahwa hingga kini belum ada bukti arkeologis yang membuktikan Bahtera Nuh pernah ditemukan. Sejumlah ahli geologi yang meneliti Formasi Durupinar sebelumnya menyimpulkan struktur itu merupakan formasi geologi alami, bukan sisa kapal purba. Lokasi tersebut memang terus menjadi objek penelitian dan spekulasi, tetapi belum menghasilkan bukti yang diterima secara luas oleh komunitas ilmiah.

Para ahli juga mengingatkan bahwa keberadaan ilustrasi kapal pada peta abad ke-16 tidak bisa dianggap sebagai bukti lokasi Bahtera Nuh. Pada masa itu, kartografer kerap memasukkan unsur sejarah, kepercayaan, maupun mitologi ke dalam karya mereka selain informasi geografis. Peta kuno tersebut kini menjadi salah satu artefak sejarah yang ikut menambah panjang daftar petunjuk, sekaligus perdebatan, tentang keberadaan bahtera yang disebut dalam kitab suci.

Perdebatan tentang lokasi Bahtera Nuh telah berlangsung selama puluhan tahun. Formasi Durupinar menjadi salah satu situs yang paling sering disebut, meskipun para ilmuwan menekankan bahwa struktur tersebut adalah formasi geologi alami. Peta Urbano Monte menambah dimensi baru dalam diskusi ini, namun belum ada bukti ilmiah yang mengonfirmasi klaim tersebut.

Bahtera NuhPeta Urbano MonteFormasi DurupinarPegunungan AraratPlanisphere 1587Kartografer ItaliaPerdebatan arkeologi

Komentar

Memuat komentar...