PHE OSES Efisiensi Marine, Bangun Kapal Barramundi 30
Gambar atau konten salah?
PT Pertamina Hulu Energi OSES (PHE OSES) terus menekankan peningkatan efisiensi dan keandalan operasi hulu migas lepas pantai melalui Program Nawasena. Program ini dimaksudkan untuk memperkuat layanan dukungan kelautan, sehingga operasi lepas pantai menjadi lebih aman, selamat, efektif, dan efisien.
Selama bulan 1 April 2026, perusahaan berhasil mencatatkan peningkatan signifikan dalam efisiensi operasional marine. Hal ini dicapai lewat berbagai program optimalisasi armada dan pengelolaan logistik pendukung. Langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk mendukung keberlanjutan bisnis sekaligus meningkatkan efektivitas operasi lepas pantai.
Keberhasilan ini didorong oleh sejumlah inovasi dan strategi operasional yang dijalankan secara konsisten. Mulai dari optimalisasi penggunaan kapal sesuai kebutuhan, pengurangan perjalanan kapal yang kurang produktif, pengaturan jadwal bunker yang lebih efisien, hingga penggantian armada dengan kapasitas dan konsumsi bahan bakar yang lebih sesuai. Semua tindakan ini bertujuan menjaga kinerja operasional tetap optimal.
Salah satu langkah strategis yang diambil adalah pembangunan Crew Boat Transko Barramundi 30. Pembangunan ini resmi dimulai pada 1 April 2026 oleh PT Tri Ratna Diesel Indonesia. Kapal milik PT Pertamina Trans Kontinental ini akan mendukung mobilisasi personil operasi lepas pantai PHE OSES secara lebih selamat, andal, dan efisien.
Proses pembangunan kapal meliputi tahapan fabrikasi, assembly, outfitting, hingga pengujian akhir. Selama proses ini, pengawasan ketat terhadap kualitas, standar klasifikasi, HSSE, dan keselamatan pelayaran dijalankan. Monitoring progres konstruksi juga dilakukan secara berkelanjutan agar kapal siap diintegrasikan sesuai target proyek.
Pembangunan armada baru ini menjadi bagian penting dari strategi perusahaan untuk memperkuat keandalan layanan marine dan mendukung efektivitas operasi hulu migas lepas pantai yang semakin dinamis. Kapal berkapasitas 30 orang tersebut dirancang dengan spesifikasi yang lebih efisien, sehingga dapat menunjang mobilisasi personil dan mengoptimalkan konsumsi bahan bakar.
Selama kurun waktu 1 Januari 2024 hingga 1 April 2026, PHE OSES secara konsisten menjalankan berbagai program efisiensi. Program tersebut mencakup optimalisasi penggunaan bahan bakar, pengelolaan armada yang lebih efektif, serta penyesuaian kebutuhan kapal dengan aktivitas operasi di lapangan. Upaya ini memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kinerja operasional dan penguatan daya saing perusahaan.
Manager Production & Operation PHE OSES, Riko Meidiya Putra, mengatakan bahwa keberhasilan efisiensi operasional tersebut merupakan hasil evaluasi berkelanjutan terhadap pola operasi marine dan penyesuaian armada sesuai kebutuhan lapangan. “Optimalisasi operasi marine menjadi salah satu fokus penting kami dalam menjaga keberlanjutan operasi lepas pantai. Kehadiran Transko Barramundi diharapkan semakin memperkuat keandalan layanan marine sekaligus mendukung efisiensi operasi yang telah berjalan selama ini,” ujarnya.
General Manager PHE OSES, Antonius Dwi Arinto, menegaskan bahwa keberhasilan efisiensi operasional marine dan pembangunan armada baru merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keberlanjutan operasi yang andal dan kompetitif. “PHE OSES terus mendorong inovasi dan efisiensi di berbagai lini operasi untuk memastikan kegiatan operasi hulu migas lepas pantai kami berjalan selamat, andal, dan berkelanjutan. Pembangunan Transko Barramundi menjadi bagian dari strategi kami dalam memperkuat dukungan operasi marine, sekaligus meningkatkan efektivitas mobilisasi pekerja,” ungkapnya.
Dengan fokus pada efisiensi dan inovasi, PHE OSES menunjukkan komitmen kuat terhadap operasi lepas pantai yang aman dan berkelanjutan. Pembangunan armada baru dan optimisasi armada yang telah dilakukan menandai langkah konkret perusahaan dalam meningkatkan keandalan layanan marine. Hasilnya, operasi hulu migas lepas pantai menjadi lebih efisien dan kompetitif di tengah dinamika industri.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Subsidi BBM: 20% Rumah Terkaya Terima Setengah, Revisi Usulan
BRI Perkenalkan Multiguna Purna: Dana Pensiunan Aktif
Jaringan Kereta Api Capai 6.927 km, Target 10.524 km
Nindya Karya Pastikan Progres Sekolah Rakyat Serdang Bedagai
Harga Emas Antam 24K Naik Rp2,709,000 per Gram 12 Juni 2026
Wamenperin Riza: Rupiah Lemah, Industri Tekstil Tak Terganggu
Berita Terbaru
Temuan Mahasiswa: Jasad Pria 78 Tahun Tiga Alat Kelamin
Forest Tolak Tawaran City Rp2,9 Miliar, Andri Tahan Anderson
Meksiko Menang 2-0 di Piala Dunia 2026, Korea Selatan 2-1
Warga Betung Bangun Jembatan 62 Meter Tanpa Dana APBD
Indonesia Terkalah di Australian Open 2026, Alwi Farhan Laju
Pemerintah Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026 Indonesia
12 Juni 2026: Melawan Pekerja Anak & Peringatan Nasional
Subsidi BBM: 20% Rumah Terkaya Terima Setengah, Revisi Usulan
BRI Perkenalkan Multiguna Purna: Dana Pensiunan Aktif