Pia Cap Mangkok Rilis Varian Pistachio Kunafa Saat Lebaran

Sari D. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 70 dibaca
Bisik.id
Pia Cap Mangkok Rilis Varian Pistachio Kunafa Saat Lebaran

Gambar atau konten salah?

Selama libur Lebaran, kami kembali ke kota asal ayah, Malang di Jawa Timur. Di sana, keluarga kami bersilaturahmi dan membeli oleh‑oleh untuk dibawa ke Jakarta.

Malang bukan sekadar tempat tinggal, melainkan akar sejarah keluarga kami. Ayah lahir dan besar di kota bersuhu dingin ini, sehingga mudik ke sana terasa alami bagi kami.

Di kota ini, kami menemukan oleh‑oleh andalan: Pia Cap Mangkok. Kue ini sudah ada sejak 1959 dan dulu menjadi favorit nenek kami, yang kini sudah tiada.

Selama lebih dari 65 tahun, Pia Cap Mangkok menjadi bagian tradisi wisata Malang. Bagi kami, membawa pulang pia bukan sekadar membeli oleh‑oleh, melainkan membawa cerita dan sejarah kota.

Meski sudah legendaris, kue pia terus berinovasi. Varian terbaru, Pistachio Kunafa, diluncurkan pada bulan Ramadan untuk menyambut Lebaran.

Varian baru ini menggabungkan rasa khas pia legendaris dengan sentuhan Timur Tengah yang banyak digemari. Hasilnya, pia tetap identik sebagai ikon kuliner Malang sekaligus relevan bagi generasi muda.

"Inovasi ini bukan sekadar menghadirkan rasa baru, tetapi menjadi bagian dari komitmen kami untuk menjaga relevansi tanpa meninggalkan akar sejarah. Kami ingin memastikan setiap orang yang datang ke Malang membawa pulang rasa yang menjadi bagian dari sejarah kota ini," kata Eunike Christian, Direktur Pia Cap Mangkok.

Menurut pendapatnya, rasa pia tidak pernah berubah sejak masa kecilnya. Menyicipi pia di Malang, rasanya seperti masuk ke mesin waktu, membuat kangen.

Di Malang, toko pia ini sudah memiliki 6 cabang. Harga mulai dari Rp 25 ribu untuk isi 5 dan Rp 120 ribu untuk isi 24.

Traveler yang berkunjung ke Malang wajib mencoba pia, terutama saat liburan. Rasanya tetap autentik dan membawa kenangan masa lalu.

Dengan sejarah panjang dan inovasi yang terus berjalan, Pia Cap Mangkok tetap menjadi oleh‑oleh favorit bagi keluarga yang kembali ke Malang. Rasa dan cerita kota ini tetap hidup dalam setiap gigitan.

MalangPia Cap MangkokLebaranoleh‑olehinovasikuesejarah

Komentar

Memuat komentar...