Perpustakaan Nyi Ageng Serang Kembali Dibuka, Diserbu Gen Z

Dwi H. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Perpustakaan Nyi Ageng Serang Kembali Dibuka, Diserbu Gen Z

Gambar atau konten salah?

Perpustakaan Jakarta Nyi Ageng Serang di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, resmi beroperasi kembali pada 07 Juli 2026 setelah menjalani proses revitalisasi. Baru beberapa hari dibuka, tempat ini langsung kebanjiran pengunjung.

Pantauan di lapangan menunjukkan pengunjung didominasi oleh kalangan Gen Z dan pekerja. Mereka datang untuk mengerjakan tugas atau pekerjaan menggunakan laptop. Suasana perpustakaan terlihat ramai sejak pagi hingga sore hari.

Berdasarkan informasi dari pusat informasi perpustakaan, jumlah pengunjung pada tiga hari pertama mencapai sekitar 800 orang di hari pertama, 900 orang di hari kedua, dan 1.000 orang di hari ketiga. Angka ini diperkirakan masih akan terus meningkat seiring semakin banyaknya masyarakat yang mengetahui perpustakaan ini telah dibuka kembali. Karena baru beroperasi lagi, banyak pengunjung yang datang untuk pertama kalinya.

Rizki, pengunjung asal Tangerang, mengaku datang karena penasaran setelah melihat banyak video di TikTok yang menampilkan Perpustakaan Nyi Ageng Serang sebagai tempat yang sangat nyaman. Ia datang untuk mengerjakan tugas. Awalnya Rizki mengira perpustakaan akan sepi, namun kenyataannya berbanding terbalik.

"Aku kira perpus apalagi baru buka bakal enggak terlalu rame, eh ternyata rame juga," ujar Rizki.

Kesan pertamanya cukup positif. Ia menilai perpustakaan terlihat bersih dan nyaman. "Bersih dan cozy banget. Enggak expect juga di depan ada pameran sejarah literasi," katanya.

Meski begitu, Rizki menilai jumlah tempat duduk masih menjadi kekurangan. Namun, ia mengapresiasi banyaknya colokan listrik yang tersedia. Menurutnya, fasilitas tersebut membuat pengunjung dapat lebih nyaman berlama-lama tanpa perlu khawatir kehabisan daya baterai pada gawai mereka.

"Aku mau datang lagi karena nyaman dan colokannya banyak. Tapi mungkin bakal datang lebih pagi supaya gampang dapat tempat duduk," tambahnya.

Selain Rizki, ada Tasya yang merupakan pengunjung asal Depok. Ia tertarik datang setelah melihat unggahan di media sosial. Tasya memanfaatkan waktu libur untuk bersantai di perpustakaan. "Aku lihat di sosmed, bagus banget. Eh bener, tempatnya bagus, nyaman banget," ujarnya.

Tasya juga membagikan tips bagi pengunjung lain yang ingin datang. "Kalau mau langsung masuk, datang di pagi sebelum jam 12 karena aku datang jam 12-an jadi harus antre, tapi antreannya cepat sih," kata Tasya.

Ia berharap kenyamanan perpustakaan tetap terjaga dan fasilitas yang rusak bisa segera diperbaiki. "Aku harap bisa dijaga kenyamanannya, terus kalau nanti ada fasilitas yang rusak bisa segera ditangani," ujarnya.

Sementara itu, Isnaeni Maulida dari Bogor datang karena perpustakaan ini sering muncul di halaman FYP media sosialnya. Ia sempat berekspektasi suasananya akan sepi di weekdays, namun kenyataannya jauh lebih ramai.

Namun hal itu bukan jadi masalah, karena Perpustakaan Nyi Ageng Serang memiliki banyak ruang luas dengan spot duduk yang nyaman untuk berkegiatan. Namun, Isnaeni melihat bahwa penempatan buku dan susunan genre di perpustakaan ini masih terlihat membingungkan.

Ia berharap, baik bagi pengelola dan pengunjung untuk menempatkan buku ke rak yang tepat. Isnaeni juga mengharapkan jumlah komputer untuk ditambah agar bisa lebih banyak orang yang memanfaatkannya.

Isnaeni menilai Perpustakaan Nyi Ageng Serang terletak sangat jauh dari Bogor. Namun, ia tidak menutup kemungkinan untuk kembali berkunjung.

Antusiasme pengunjung menunjukkan bahwa Perpustakaan Nyi Ageng Serang kini menjadi salah satu destinasi favorit warga Jakarta untuk produktif di luar rumah. Bagi yang penasaran dengan perpustakaan yang sedang viral ini, datang lebih pagi bisa jadi pilihan agar tak perlu antre dan lebih leluasa mencari tempat duduk untuk mengerjakan tugas atau sekadar bersantai.

Perpustakaan ini menjadi contoh bagaimana ruang publik yang nyaman dan dilengkapi fasilitas memadai seperti colokan listrik yang banyak dapat menarik minat masyarakat, terutama generasi muda, untuk berkegiatan di luar rumah. Meski masih ada beberapa kekurangan seperti jumlah tempat duduk dan penataan buku, antusiasme pengunjung yang tinggi sejak hari pertama pembukaan menunjukkan bahwa kebutuhan akan ruang publik yang fungsional dan nyaman sangat besar di Jakarta.

perpustakaanrevitalisasipengunjungGen Zfasilitascolokan listriktempat duduk

Komentar

Memuat komentar...