Perpustakaan Jakarta Kini Buka Lagi, Ada Vinyl dan Board Game
Gambar atau konten salah?
Perpustakaan Jakarta Nyi Ageng Serang kembali membuka pintunya untuk publik pada Selasa, 07 Juli 2026. Setelah vakum sejak 2020 dan menjalani proses revitalisasi, perpustakaan di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, ini hadir dengan tampilan yang benar-benar berbeda. Jauh dari kesan perpustakaan tradisional yang kaku dan membosankan.
Tempat ini tidak lagi sekadar menjadi lokasi untuk membaca atau meminjam buku. Kini, Perpustakaan Nyi Ageng Serang menawarkan berbagai ruang yang dirancang untuk mendukung aktivitas produktif dan edukatif. Banyak pengunjung yang datang untuk mengerjakan tugas kuliah, menyelesaikan pekerjaan kantor, atau sekadar mencari ketenangan di tengah hiruk-pikuk Jakarta.
Beberapa spot menarik bisa ditemukan di sini. Pertama, area nugas dan kerja yang nyaman. Setelah direvitalisasi, perpustakaan ini menyediakan banyak sudut dengan suasana hening. Cocok untuk belajar atau bekerja tanpa gangguan.
Kedua, ada Serambi Nada di lantai 7. Ruangan ini menjadi salah satu area paling ikonik. Di sini, pengunjung bisa menikmati koleksi piringan hitam atau vinyl. Mulai dari musisi Indonesia seperti Iwan Fals hingga musisi internasional seperti Lana Del Rey. Suasana retro dan musik yang mengalun membuat tempat ini terasa istimewa.
Masih di lantai yang sama, terdapat Serambi Jakarta. Area ini menyajikan pameran sejarah budaya literasi. Pengunjung bisa melihat perjalanan perkembangan literasi dan budaya baca di Indonesia. Ada juga layar immersive yang menampilkan deretan pemimpin Jakarta dari masa ke masa. Teknologi ini membuat pengalaman belajar terasa lebih hidup.
Naik ke lantai 8, ada Ruang Koleksi Khusus Kejakartaan. Ruangan ini berisi berbagai koleksi bertema Jakarta. Mulai dari busana adat Betawi, alat musik tradisional, hingga benda-benda yang merepresentasikan budaya ibu kota. Tempat ini cocok bagi siapa pun yang ingin mengenal lebih dalam tentang sejarah dan budaya Jakarta.
Di lantai yang sama, pengunjung juga bisa menemukan board game. Kehadiran permainan papan ini membuat suasana perpustakaan terasa lebih santai dan interaktif. Tidak lagi sunyi dan kaku. Perpustakaan kini menjadi ruang untuk berkumpul, bermain, dan berekspresi.
Fasilitas-fasilitas ini menunjukkan pergeseran fungsi perpustakaan. Dulu hanya tempat menyimpan buku. Sekarang, perpustakaan menjadi ruang sosial yang hidup. Tempat di mana orang bisa belajar, bekerja, bermain, dan menikmati budaya dalam satu atap.
Jika sedang mencari tempat untuk me-time atau quality time bersama teman, Perpustakaan Nyi Ageng Serang bisa menjadi pilihan. Dengan beragam spot yang ditawarkan, perpustakaan ini membuktikan bahwa tempat membaca buku pun bisa menjadi destinasi yang menarik dan menyenangkan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Turis Australia Siram Pasangan China di Pulau Padar Viral
Arkeolog Temukan Kota Bizantium dan 'Lidah Emas' di Mesir
Perpustakaan Nyi Ageng Serang Kembali Dibuka, Diserbu Gen Z
Prancis Tetap Primadona Wisata Usai Kalah Piala Dunia
Hari Bastille 2026: Prancis Rayakan, Timnas Tersingkir
Spanyol Kalahkan Prancis 2-0 di Semifinal Piala Dunia
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
