Piala Dunia 2026: Duel Besar vs Kecil, 77 Peringkat Jarak
Gambar atau konten salah?
Perluasan jumlah negara peserta Piala Dunia 2026 membuka peluang terjadinya duel “David vs Goliath”. Dalam fase grup, beberapa pertandingan akan menampilkan tim dengan selisih peringkat FIFA yang sangat besar. Menurut daftar peringkat terbaru, jarak paling lebar di antara dua negara di fase grup adalah 77 peringkat.
Tim-tim besar seperti Brasil, Spanyol, Inggris, dan Jerman akan bertemu dengan tim yang berada di luar 65 besar. Berikut beberapa contoh pertandingan yang menonjol:
- Brasil (7) vs Haiti (83) – Grup C, Philadelphia Stadium, 19 Juni 2026 – Selisih peringkat: 77. Brasil dan Haiti pernah bertemu empat kali. Pada dua pertemuan terakhir, Brasil meraih kemenangan besar. Di Copa America Centenario 2016, Brasil mengalahkan Haiti 7‑1. Sebelumnya, Brasil menang 6‑0 dalam laga uji coba pada 2004.
- Belgia (9) vs Selandia Baru (85) – Grup G, Vancouver Stadium, 26 Juni 2026 – Selisih peringkat: 76. Kedua tim belum pernah bertanding secara senior. Bagi Selandia Baru, ini akan menjadi penampilan pertamanya di Piala Dunia setelah 2010. Pada Piala Dunia 2010, Selandia Baru tersingkir di fase grup tanpa kalah, mencatat tiga hasil seri, termasuk imbang 1‑1 dengan Italia, juara bertahan pada saat itu.
- Jerman (10) vs Curacao (82) – Grup E, Houston Stadium, 14 Juni 2026 – Selisih peringkat: 72. Curacao, debutan di Piala Dunia, akan menghadapi Jerman pada laga perdananya. Jerman pernah mengalami kekalahan mengejutkan ketika dikalahkan Korea Selatan 0‑2 di Piala Dunia 2018, dan untuk pertama kalinya tersingkir di fase grup.
- Inggris (4) vs Ghana (73) – Grup L, Boston Stadium, 23 Juni 2026 – Selisih peringkat: 69. Inggris dan Ghana belum pernah bertanding dalam kompetisi resmi. Mereka pernah bertemu di laga uji coba pada 2011, berakhir imbang 1‑1 di Stadion Wembley.
- Spanyol (2) vs Tanjung Verde (67) – Grup H, Atlanta Stadium, 15 Juni 2026 – Selisih peringkat: 65. Tanjung Verde adalah salah satu debutan di Piala Dunia 2026. Dalam perjalanan menuju turnamen, Tanjung Verde berhasil mengalahkan Kamerun di kualifikasi. Spanyol, sebagai tim peringkat dua dunia dan juara Euro 2024, membawa generasi baru dengan pemain muda seperti Lamine Yamal dan Pedri.
Setiap pertandingan ini menampilkan ketegangan antara tim yang kuat dan tim yang lebih rendah peringkat. Selisih peringkat yang signifikan menambah ketidakpastian, namun sejarah menunjukkan bahwa tim-tim yang lebih rendah tidak selalu kalah. Dalam beberapa kasus, seperti Jerman vs Korea Selatan, kejutan bisa terjadi. Di sisi lain, tim-tim besar biasanya menunjukkan dominasi, seperti Brasil melawan Haiti.
Dengan format baru dan lebih banyak negara, Piala Dunia 2026 diharapkan membawa sorotan pada pertandingan-pertandingan yang tidak terduga. Para penggemar akan melihat bagaimana tim-tim ini menyesuaikan strategi mereka, baik dari sisi taktik maupun mental. Pertandingan ini juga memberi peluang bagi negara-negara kecil untuk menorehkan sejarah, sementara tim-tim besar harus tetap waspada terhadap ancaman yang datang dari lawan yang tampak lebih lemah secara statistik.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
Berita Terbaru
BRIN Gandeng Modiva, Riset Antiperspiran Alami
Prabowo Umumkan Program Tukar Tambah Motor Listrik
Icomex Bursa Komoditas RI, Siap Operasi 2027
Prabowo Canangkan Bursa Mineral RI, Target Beroperasi 2027
Insentif Motor Listrik 1 Juta Unit Menanti PMK
6 dari 9 Terminal BBM Flores Beroperasi Pascagempa
Freeport Target Setor Rp 100 Triliun per Tahun ke Negara
Pertamina Potong Rp81 Per Liter BBM untuk NTT
Freeport Ajukan IUPK Baru, Operasi Tambang Terancam Berhenti 2041
Freeport Lepas 12% Saham Gratis ke RI, Berlaku 2041
