DPR Apresiasi Kontribusi Freeport ke Negara dan Papua
Gambar atau konten salah?
Komisi XII DPR RI memberikan penghargaan kepada PT Freeport Indonesia (PTFI). Perusahaan tambang ini dinilai terus memberi keuntungan bagi negara dan masyarakat Papua. Apresiasi itu disampaikan melalui kontribusi langsung dan program investasi sosial yang dijalankan perusahaan.
Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Selasa, 14 Juli 2026, sejumlah anggota Komisi XII DPR RI mengakui keberadaan Freeport selama puluhan tahun. Mereka menilai perusahaan itu sudah memberikan manfaat yang nyata. Manfaat itu dirasakan oleh negara dan masyarakat di sekitar area tambang.
Arif Riyanto Uopdana, anggota Komisi XII DPR RI, menyebut perusahaan menunjukkan komitmen jangka panjang. Komitmen itu terlihat dari investasi lanjutan dan keberlanjutan operasional perusahaan. "Saya apresiasi karena telah terjadi kesepakatan investasi kembali. Ini menjadi terobosan baru terkait keberlanjutan usaha PT Freeport Indonesia, di mana izin usahanya diperpanjang sesuai usia cadangan," kata Arif pada Kamis, 16 Juli 2026.
Menurut Arif, investasi yang berkelanjutan akan memberikan kepastian manfaat ekonomi. Hal itu juga membuka ruang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua.
Pendapat serupa disampaikan Alfons Manibui, anggota Komisi XII DPR RI lainnya. Ia menyebut Freeport sudah memberikan manfaat besar bagi pemerintah daerah dan masyarakat Papua. "Kami ingin berterima kasih kepada Freeport atas kinerjanya yang sampai hari ini terus memberikan manfaat bagi negara. Kami juga harus mengakui Freeport telah banyak memberikan manfaat bagi pemerintah daerah dan terutama masyarakat yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan," ujar Alfons.
Alfons menilai Freeport harus terus menjadi aset nasional. Perusahaan itu harus mampu menjaga keberlanjutan pembangunan di Tanah Papua.
Irsan Sosiawan Gading, juga anggota Komisi XII DPR RI, menyampaikan apresiasi serupa. Menurutnya, peningkatan kinerja perusahaan perlu diiringi dengan penguatan program pemberdayaan masyarakat. "Saya mengapresiasi kinerja PT Freeport yang sudah berkontribusi untuk negara dan pendapatan negara. Yang juga sangat penting adalah perhatian kepada masyarakat di sekitar tambang agar manfaat kehadiran perusahaan benar-benar dirasakan masyarakat lokal," katanya.
Apresiasi dari DPR itu sejalan dengan besarnya kontribusi PTFI kepada negara. Sepanjang 2025, total kontribusi perusahaan mencapai Rp75 triliun. Jumlah itu mencakup dividen kepada MIND ID sebesar Rp16,9 triliun. MIND ID adalah pemegang saham Pemerintah Indonesia. Kontribusi itu juga mencakup bagian untuk pemerintah daerah sebesar Rp13,48 triliun. Rinciannya, Rp10,6 triliun dibayarkan sepanjang 2025. Sisanya Rp2,88 triliun merupakan pembagian keuntungan bersih perusahaan tahun buku 2025.
Presiden Direktur PTFI Tony Wenas mengatakan, peningkatan penerimaan negara akan mengikuti kenaikan produksi tambang dalam beberapa tahun ke depan. Pada 2026, kontribusi PTFI kepada negara diperkirakan mencapai 2,6 miliar dolar AS. Angka itu diproyeksikan naik menjadi sekitar 4,7 miliar dolar AS pada 2027. Kenaikan itu seiring dengan meningkatnya produksi.
"Begitu masuk kapasitas produksi penuh, penerimaan negara akan bisa melebihi 7 miliar dolar AS per tahun. Kalau dirupiahkan itu kira-kira sekitar Rp120 triliun per tahun," kata Tony dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XII DPR RI.
Selain kontribusi langsung ke negara, PTFI terus memberikan manfaat kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional. Manfaat itu diberikan melalui berbagai program investasi sosial. Sepanjang 2025, nilai investasi sosial perusahaan mencapai Rp2 triliun. Angka itu akan terus berlanjut sekitar 100 juta dolar AS atau setara Rp1,7 triliun per tahun hingga tahun 2041.
Secara keseluruhan, Freeport tidak hanya memberikan pemasukan besar bagi kas negara melalui dividen dan pajak. Perusahaan ini juga mengalokasikan dana khusus untuk masyarakat di sekitar tambang. Program investasi sosial yang berjalan hingga 2041 menunjukkan komitmen jangka panjang perusahaan terhadap pembangunan di Papua.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
BGN Kritik Aturan MBG Era Sebelumnya: Lele Marinasi Saat Libur
Prabowo Yakin Indonesia Jadi Ekonomi Ke-4 Dunia 2050
Pelatihan Manajer Koperasi Desa Merah Putih Dimulai
Indonesia Resmi Jadi Pendiri Organisasi AI Global WAICO
Prabowo: Berantas Tambang Ilegal hingga Selundupan
DPR Desak Penataan Taxiway Bandara Halim