Prabowo Yakin Indonesia Jadi Ekonomi Ke-4 Dunia 2050
Gambar atau konten salah?
Presiden Prabowo Subianto menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia bisa menjadi negara dengan ekonomi terbesar keempat di dunia pada tahun 2050. Ia bahkan optimistis Indonesia akan melampaui negara-negara maju seperti Jepang, Inggris, dan Prancis.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat pidato dalam acara Panen Raya TNI di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Jumat, 17 Juni 2026. Menurutnya, banyak pakar global yang meramalkan posisi Indonesia akan berada di urutan keempat setelah China, Amerika Serikat, dan India.
"Kita nanti 2050, kita di atas Jepang, di atas Inggris, Brasil, Prancis," ujar Prabowo dalam pidatonya.
Untuk mewujudkan target tersebut, Prabowo menekankan pentingnya mempersiapkan generasi muda sejak sekarang. Salah satu cara yang ia soroti adalah perbaikan kualitas sumber daya manusia. Ia percaya bahwa langkah ini bisa menjadi kunci untuk mencapai cita-cita besar bangsa.
Prabowo menyebut program Makan Bergizi Gratis untuk anak-anak sekolah sebagai salah satu upaya konkret. Dengan program ini, ia berharap tidak ada lagi anak Indonesia yang mengalami kelaparan. Menurutnya, pemenuhan gizi anak adalah fondasi utama untuk membangun generasi yang kuat dan produktif.
"Makanya kita sekarang harus siap. Itu 2050, 25 tahun lagi. Jadi anak-anak yang sekarang umur 10 tahun, yang di SD, nanti 25 tahun lagi dia umur 35 tahun. Dia inti bangsa Indonesia," kata Prabowo.
Ia menambahkan, jika anak-anak tidak diurus dengan baik sekarang, mustahil Indonesia bisa menjadi negara keempat terbesar di dunia. Prabowo menegaskan bahwa kemiskinan, terutama kemiskinan ekstrem, harus dihilangkan. "Kemiskinan, apalagi kemiskinan ekstrem, harus kita hilangkan. Insyaallah kita akan hilangkan," pungkasnya.
Target menjadi negara ekonomi terbesar keempat pada 2050 memang bukan hal baru. Ramalan ini sudah sering muncul dalam berbagai forum internasional. Namun, Prabowo mengingatkan bahwa ramalan itu hanya akan menjadi kenyataan jika ada kerja keras dan persiapan serius, terutama dalam membangun kualitas generasi muda. Program Makan Bergizi Gratis disebutnya sebagai langkah awal yang strategis untuk memutus rantai kemiskinan dan kelaparan, sekaligus membangun fondasi menuju Indonesia yang lebih maju.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
