Prabowo: BI dan Himbara Harus Satu Tim
Gambar atau konten salah?
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah, Bank Indonesia (BI), dan seluruh bank milik negara yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) harus bekerja sebagai satu kesatuan. Baginya, semua elemen ini tidak bisa berjalan sendiri-sendiri dalam sistem keuangan nasional.
"Semua bank Himbara sekarang bersama Bank Indonesia, bersama semua unsur, kita ini harus menjadi satu tim, satu kesebelasan. Kuncinya adalah kerja sama," ujar Prabowo saat menghadiri acara Akad Massal 62.000 Unit KPR Rumah Subsidi dan KUR di Batang, Jawa Tengah, pada Kamis, 30 Juli 2026.
Prabowo yakin bahwa jika BI dan Himbara bisa saling mendukung, sektor keuangan Indonesia bisa tumbuh lebih cepat. Ia bahkan menyebut potensi untuk mencapai hasil yang besar sangat terbuka lebar.
"Dengan kerja sama, dengan saling percaya, dengan saling mendukung, dengan saling mengisi, dengan saling perkuat, kita akan capai hal-hal besar," tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa semua pihak yang terlibat adalah bagian dari bangsa yang sama. "Kita sekarang, semuanya, semua adalah anak-anak Indonesia. Kita semuanya dalam satu, dalam satu keluarga besar, dalam satu kapal besar yang namanya NKRI," lanjut Prabowo.
Di sisi lain, Bank Indonesia baru saja mengalami perubahan di level pimpinan. Sejak 25 Juli 2026, Perry Warjiyo resmi mundur dari jabatan Gubernur BI. Posisinya kini diisi sementara oleh Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti sebagai Pejabat Gubernur Sementara.
Untuk pengganti tetap Perry, prosesnya akan dilakukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melalui mekanisme uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test. Siapa pun yang terpilih nanti, diharapkan bisa melanjutkan sinergi yang sudah dibangun antara BI, pemerintah, dan perbankan nasional.
Pesan Prabowo soal kerja sama ini muncul di tengah transisi kepemimpinan di BI. Artinya, stabilitas dan koordinasi antarlembaga keuangan menjadi perhatian utama. Tanpa komunikasi yang baik, target-target besar di sektor keuangan bisa sulit tercapai.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
