Prabowo: Dunia Dilanda Perang Dagang dan Hegemoni
Gambar atau konten salah?
Presiden Prabowo Subianto memberikan pernyataan dalam Sidang Kabinet Paripurna yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam pidatonya, ia menggambarkan situasi global yang semakin sulit. Menurutnya, dunia kini dihadapkan pada berbagai krisis dan konflik yang meluas.
"Lingkungan global cukup menantang, lingkungan yang kita hadapi sekarang penuh dengan krisis dan konflik bahkan peperangan, hampir di semua wilayah dunia kita terjadi perang, perang fisik perang terbuka," ujar Prabowo di hadapan para menteri.
Ia tidak hanya menyoroti perang fisik. Lebih dari itu, Prabowo juga menekankan adanya perang dagang, perang ekonomi, dan perang tarif yang kini terjadi di panggung global. Semua ini, katanya, tidak lepas dari persaingan ketat antara negara-negara besar yang memperebutkan hegemoni dunia.
"Tapi lebih dari itu terjadi juga perang dagang, perang ekonomi, perang tarif. Saudara-saudara kita berada di kondisi global yang ditandai oleh persaingan hegemoni dunia antara kekuatan besar," jelasnya.
Prabowo mengingatkan bahwa situasi ini tidak bisa dipisahkan dari kondisi perekonomian masing-masing negara. Pasalnya, hubungan antarnegara saat ini sudah sangat terintegrasi. Satu sama lain saling bergantung. Tidak ada negara yang bisa berdiri sendiri.
"Kondisi global ini mau tidak mau akan mempengaruhi semua negara, karena dunia kita sudah saking terintegrasinya. kita saling bergantung satu sama lain," tutup Prabowo.
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan ekonomi global. Perang tarif dan persaingan dagang antara negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan China telah menciptakan ketidakpastian. Bagi Indonesia, kondisi ini menjadi pengingat bahwa stabilitas domestik sangat terkait dengan dinamika internasional. Integrasi ekonomi global membuat dampak dari konflik di satu kawasan bisa dengan cepat merambat ke kawasan lain.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
32 Perusahaan Hutan Dibekukan Menteri, 1,9 Juta Hektare Terdampak
BI Perpanjang Aturan LTV 100% Hingga 2027
Prabowo Peringatkan MSCI, Indonesia Tak Gentar
BI Siap Cabut Izin Merchant QRIS yang Terlibat Judi Online
IHSG Menguat 0,94% ke 5.328 Usai Anjlok 1%
CIMB Niaga Kaji Delisting, Harga Saham Dianggap Terlalu Rendah
