Prabowo Hadir Groundbreaking Hilirisasi, Lebih Ingin Peresmian
Gambar atau konten salah?
Presiden Prabowo Subianto hadir pada acara groundbreaking 13 hilirisasi strategis nasional. Ia berada di kilang Cilacap sebagai simbol kehadirannya.
Di dalam siaran virtual yang berlangsung pada Rabu, 29 April 2026, Prabowo mengaku bahwa ia sebenarnya tidak ingin hadir di acara groundbreaking. Ia lebih memilih peresmian proyek setelah selesai.
"Saudara-saudara sekalian, karena itu hari ini saya bahagia dan saya bangga. Saya terus terang saja di awal pemerintahan saya, saya sampaikan ke menteri-menteri, 'tolonglah saya jangan diundang groundbreaking'. Saya sebetulnya yang ingin saya datang adalah peresmian kalau sudah jadi,"
Prabowo menjelaskan alasan di balik kehadirannya. Ia merasa, meski ia tidak ingin datang, proyek hilirisasi memiliki makna penting bagi kebangkitan nasional. Ia ingin memberi semangat dan menghormati para pelaksana.
"Tapi karena ini begitu banyak dan begitu penting saya merasa saya harus hadir. Saya hadir untuk memberi semangat, memberi penghormatan kepada mereka-mereka yang menyiapkan proyek-proyek ini,"
Ia menambahkan bahwa pembangunan hilirisasi tidak terjadi secara instan. Proyek-proyek ini merupakan buah pemikiran yang telah dirancang selama belasan, bahkan puluhan tahun, oleh para teknokrat, pemimpin, dan ilmuwan Indonesia.
"Proyek ini tidak jatuh dari langit proyek-proyek ini adalah buah pemikiran. Saya kira buah pemikiran belasan tahun, mungkin puluhan tahun. Buah pemikiran, buah cita-cita, buah impian para pemimpin Indonesia, para teknokrat Indonesia, para ilmuwan Indonesia, sehingga wujudlah konsep-konsep ini,"
Keputusan Prabowo untuk hadir menegaskan komitmen pemerintah terhadap pengembangan industri hilirisasi, yang dipandang sebagai langkah penting untuk memperkuat ekonomi nasional.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
PT PP & Kemen Pekerjaan Umum Selesaikan 69 SPPG dalam 37 Hari
Indonesia 108 GW, 85% Fosil, 15% Terbarukan, Target Tercapai
Fiskal Indonesia Aman: Defisit APBN 0,7% PDB, Purbaya
Tarif Listrik Tetap 2017, Subsidi Naik Rp201 Triliun
Purbaya Jelaskan Defisit APBN 3% di Pertemuan S&P Jakarta
AS Pasang Tarif 10% pada Impor Indonesia, Pemerintah Menelaah
Berita Terbaru
UTM Dapat Izin Buka Dua Program Kedokteran, Mulai 2026/2027
PT PP & Kemen Pekerjaan Umum Selesaikan 69 SPPG dalam 37 Hari
Gubernur Bengkulu Minta BPKAD Cepat Pencairan Gaji ke-13 ASN
USU Buka Proses Banding UKT, Mahasiswa Bisa Perbaiki Tarif
PLN Junivaganza: Voucher Rp10.000 untuk Token Listrik
Gaji Tertinggi Pelatih Tim Nasional: Ancelotti Rp 182,2 M
Telkom Luncurkan AIcosystem: Ekosistem AI Jakarta Nusantara
Mengajar di Ponpes Cipasung: Santri Kuasai Konten Digital
