Prabowo Resah: B50 Berhasil, Sepak Bola Belum ke Piala Dunia
Gambar atau konten salah?
Presiden Prabowo Subianto melontarkan kegelisahannya di tengah acara peluncuran program B50. Bukan soal bahan bakar, melainkan mimpi besar yang belum kesampaian: membawa Timnas Indonesia ke Piala Dunia. Pernyataan itu keluar saat ia memberikan sambutan di Rest Area KM57 Tol Jakarta-Cikampek, Jawa Barat, pada Kamis, 09 Juli 2026.
"Yang masih kita sulit adalah masuk piala dunia. Itu saya masih.. jadi saya resah, terus terang aja saya resah. Kita bisa B50 tapi tidak bisa masuk piala dunia, saya masih tidak puas," ujar Prabowo. Ia menekankan bahwa sepak bola bukan sekadar olahraga. "Bagaimana caranya masuk Piala Dunia? Jangan anggap enteng, sepak bola itu kehormatan," katanya.
Indonesia saat ini terhenti di babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026. Meski ini adalah pencapaian terjauh sepanjang sejarah, Prabowo menganggapnya belum cukup. Tim Merah Putih harus menunggu hingga 2030 untuk mencoba lagi. Di hadapan para pejabat dan undangan, Presiden langsung menunjuk sejumlah pihak yang dianggap bertanggung jawab. Ketua Umum PSSI Erick Thohir dan Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa menjadi sasaran. "Siapa bertanggung jawab? Mana Erick Thohir mana Boy? Kasih tau adekmu ya. Haduh haduh," kata Prabowo. Ia kemudian menambahkan, "Mana Menteri Keuangan? Apa yang diperlukan supaya kita bisa masuk Piala Dunia?"
PSSI sendiri sudah bergerak. Pemain diaspora keturunan Indonesia mulai dipulangkan. Pelatih kelas dunia juga didatangkan. Rencananya, skuad Garuda akan terus diperkuat dengan pemain tambahan untuk menghadapi kualifikasi Piala Dunia 2030. Peluang memang terbuka lebar. Asia mendapat jatah 12 tiket langsung untuk edisi 2030. Jumlah itu meningkat drastis dibanding edisi sebelumnya. Artinya, jalan menuju putaran final semakin lebar, setidaknya di atas kertas.
Kegelisahan Prabowo ini muncul di momen yang tak biasa. Peluncuran B50, program bahan bakar nabati, berubah menjadi forum curhat tentang sepak bola nasional. Sebuah pengingat bahwa di tengah urusan energi dan ekonomi, ambisi olahraga tetap menjadi prioritas yang mengganjal. Indonesia sudah bisa memproduksi bahan bakar dari sawit, tapi belum bisa menembus turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia. Itulah ironi yang disampaikan Presiden secara terbuka.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Piala Dunia 2026 Catat Rekor Penalti Gagal Terbanyak
Henry Dukung Ronaldo: Piala Dunia Tak Tentukan Warisan
Prancis vs Maroko, Perebutan Tiket Semifinal
Perempatfinal Piala Dunia: Swiss Paling Keras, Argentina Paling Cerdik
Maroko Hadapi Prancis, Dendam Semifinal 2022
Neymar Akhiri Piala Dunia 2026, Brasil Tersingkir
Berita Terbaru
Prabowo Resah: B50 Berhasil, Sepak Bola Belum ke Piala Dunia
Samsung: Masa Depan AI Bukan Soal Kepintaran
Piala Dunia 2026 Catat Rekor Penalti Gagal Terbanyak
Mendikdasmen Akan Angkat Pustakawan Sekolah
Bank Jago Luncurkan Fitur Rapor Kredit untuk 19 Juta Nasabah
IHSG Ditutup Hijau, Tapi Tren Masih Jatuh
