IHSG Ditutup Hijau, Tapi Tren Masih Jatuh
Gambar atau konten salah?
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan hari ini dengan penguatan, setelah sempat tertekan di awal sesi. Indeks utama bursa saham Indonesia ini akhirnya bertengger di level 5.912 pada Kamis, 09 Juli 2026.
Data dari RTI menunjukkan IHSG menguat sebesar 39 poin atau setara dengan 0,67 persen. Padahal, indeks sempat dibuka di zona merah pada level 5.865. Sepanjang hari, level tertinggi yang berhasil disentuh IHSG adalah 5.912, sementara titik terendahnya berada di angka 5.839.
Total nilai transaksi pada akhir perdagangan hari ini mencapai Rp 12 triliun. Aktivitas perdagangan melibatkan 27,07 miliar lembar saham yang diperdagangkan sebanyak 2,24 juta kali. Dari jumlah tersebut, sebanyak 327 saham tercatat menguat, 275 saham melemah, dan 190 saham lainnya stagnan.
Secara bulanan, IHSG mencatatkan penguatan tipis sebesar 0,17 persen. Namun, jika dilihat dalam periode yang lebih panjang, kinerja indeks masih menunjukkan pelemahan yang cukup dalam. IHSG melemah 16,63 persen dalam tiga bulan terakhir, turun 31,41 persen dalam enam bulan, dan ambles 31,62 persen sepanjang tahun 2026.
Meskipun hari ini berhasil ditutup hijau, tekanan jual yang masih cukup besar terlihat dari jumlah saham yang melemah hampir menyamai jumlah saham yang menguat. Kondisi ini menunjukkan bahwa sentimen pasar masih bercampur, dengan investor yang cenderung berhati-hati di tengah tren pelemahan tahunan yang signifikan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
