Perempatfinal Piala Dunia: Swiss Paling Keras, Argentina Paling Cerdik
Gambar atau konten salah?
Babak perempatfinal Piala Dunia 2026 akan segera dimulai. Delapan tim tersisa siap bertarung, dan pertanyaannya: tim mana yang paling keras dalam bertahan?
Pertandingan perempatfinal akan berlangsung dari Jumat, 10 Juli 2026 dini hari WIB hingga Minggu, 12 Juli 2026 pagi WIB. Tiga pertandingan digelar pada dini hari, sementara satu pertandingan lainnya berlangsung pada pagi hari. Laga-laga yang akan tersaji adalah Prancis melawan Maroko, Spanyol menghadapi Belgia, Norwegia bertemu Inggris, dan Argentina berhadapan dengan Swiss.
Berdasarkan data dari Sky Sports, Swiss menjadi tim yang paling sering melakukan pelanggaran. Total mereka mencapai 69 pelanggaran. Di posisi kedua ada Maroko dengan 61 pelanggaran, disusul Belgia 60 pelanggaran, Argentina 59 pelanggaran, dan Inggris 54 pelanggaran.
Ada satu catatan menarik lainnya, yaitu fouls per card. Ini adalah rata-rata jumlah pelanggaran yang dilakukan sebuah tim sebelum akhirnya menerima satu kartu dari wasit. Semakin tinggi angkanya, berarti tim tersebut lebih jarang kena kartu meskipun banyak melanggar.
Argentina memiliki catatan terbaik dalam hal ini. Rata-rata, mereka melakukan 19,7 pelanggaran sebelum mendapatkan satu kartu. Di sisi lain, Inggris memiliki catatan paling buruk. Rata-rata, hanya butuh tujuh pelanggaran bagi Inggris untuk mendapatkan satu kartu.
Berikut rincian fouls per card untuk delapan tim perempatfinal:
- Inggris: 7 pelanggaran berujung kartu
- Maroko: 9,8 pelanggaran berujung kartu
- Belgia: 10 pelanggaran berujung kartu
- Swiss: 11,5 pelanggaran berujung kartu
- Prancis: 12,2 pelanggaran berujung kartu
- Norwegia: 13,6 pelanggaran berujung kartu
- Spanyol: 17,5 pelanggaran berujung kartu
- Argentina: 22 pelanggaran berujung kartu
Data ini menunjukkan bahwa meskipun Swiss paling banyak melanggar, mereka tidak selalu menjadi tim yang paling sering dihukum kartu. Argentina, yang berada di urutan keempat dalam jumlah pelanggaran, justru paling disiplin dalam menghindari kartu. Sementara Inggris, dengan jumlah pelanggaran lebih sedikit, justru paling rentan terhadap kartu wasit.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
