Prabowo Tuntut Investasi Asing: Bekerja dan Regulasi Ringan

Ayu W. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 59 dibaca
Bisik.id
Prabowo Tuntut Investasi Asing: Bekerja dan Regulasi Ringan

Gambar atau konten salah?

Presiden Prabowo Subianto mengirimkan beberapa pesan penting kepada Rosan Roeslani, Menteri Investasi dan Kepala BKPM, dalam upaya menarik investasi asing ke Indonesia. Pada 21 April 2026, Rosan melaporkan realisasi investasi di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, dan menyampaikan dua arahan utama.

Pesan pertama menekankan pentingnya penciptaan lapangan kerja. Rosan berkata, “Ya pesan dari beliau tentunya adalah investasi yang masuk ini, ya dari segi yang tadi saya sampaikan, penciptaan lapangan pekerjaannya juga harus tumbuh secara baik, benar, dan juga berkualitas. Itu arah Bapak Presiden.”

Pesan kedua menyoroti perlunya simplifikasi regulasi. Ia menyatakan, “Jangan sampai ada regulasi‑regulasi kita yang justru menghambat. Peraturan‑peraturan kita yang justru menghambat. Pertek‑pertek itu juga harus, kata Bapak Presiden, itu juga kalau menghambat tidak perlu ada. Jadi tingkatkan terus, tadi Bapak Presiden sampaikan, iklim investasi yang ada di Indonesia.”

Rosan menambahkan bahwa pemerintah akan menggunakan regulasi di negara‑negara ASEAN dan standar operasional OECD sebagai acuan. “Benchmarking‑nya dengan negara‑negara ASEAN, dengan peraturan‑peraturan OECD dan yang lain‑lainnya. Jadi itu sih arah Bapak Presiden,” jelasnya.

Target investasi juga menjadi fokus. Rosan mengungkapkan target besar: Rp 13.000 triliun hingga tahun 2029. Ia membandingkan angka ini dengan realisasi 10 tahun terakhir, yaitu sekitar Rp 9.100 triliun pada periode 2014‑2024. “Nah, 5 tahun dari 2025‑2029 target yang diberikan kepada kami kalau dari Bappenas itu Rp13.000 triliun lebih. Jadi peningkatannya memang cukup signifikan,” pungkasnya.

Kesimpulannya, pemerintah menekankan dua hal: penciptaan lapangan kerja yang berkualitas dan regulasi yang tidak menghambat. Dengan target investasi yang ambisius, langkah-langkah ini diharapkan memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan investasi yang menarik di kawasan.

Prabowo SubiantoRosan Roeslaniinvestasi asinglapangan kerjasimplifikasi regulasiASEANtarget 13.000 triliun

Komentar

Memuat komentar...