Prabowo: Berantas Tambang Ilegal hingga Selundupan
Gambar atau konten salah?
Presiden Prabowo menegaskan komitmennya untuk memberantas berbagai aktivitas ilegal di Indonesia. Dalam pidatonya, ia menyebutkan target utama termasuk tambang ilegal, penyelundupan, dan praktik ekspor impor yang melanggar hukum. Semua ini, menurutnya, dilakukan agar sumber daya alam Indonesia bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk kesejahteraan rakyat.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri acara Panen Raya TNI di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Jumat, 17 Juni 2026. Ia menjelaskan bahwa pemerintah sedang melakukan penertiban besar-besaran terhadap berbagai kegiatan yang tidak sah.
"Kita sedang mengadakan penertiban besar-besaran terhadap semua kegiatan-kegiatan yang ilegal. Penyelundupan, kegiatan tambang ilegal, kegiatan perkebunan ilegal, kegiatan perikanan ilegal, permainan-permainan dagang yang ilegal," tegas Prabowo.
Prabowo mengakui bahwa tugas ini tidak mudah. Namun, ia yakin dengan tekad yang kuat, semua bisa tercapai. "Pekerjaan kita besar. Tapi insyaallah, dengan tekad, dengan hati, dengan kehendak, kita akan mencapai yang kita inginkan," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden juga menyampaikan apresiasi kepada jajarannya. Ia berterima kasih karena berbagai target yang telah ditetapkan mulai terwujud. Salah satu yang sudah tercapai adalah swasembada pangan. Kini, pemerintah tengah fokus pada swasembada energi dan air.
"Saya terima kasih, target kita swasembada pangan sudah kita capai. Sekarang, swasembada energi kita sedang menuju. Swasembada air sedang kita rintis, sehingga semua rakyat kita punya akses kepada air bersih dan air untuk tanaman," kata Prabowo.
Langkah pemberantasan ilegal ini menjadi prioritas utama pemerintahan saat ini. Dengan sumber daya alam yang melimpah, pemerintah ingin memastikan tidak ada lagi kebocoran yang merugikan negara. Target swasembada di berbagai sektor juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian bangsa.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
DPR Desak Penataan Taxiway Bandara Halim
Menkeu Purbaya: Surat Tambahan Anggaran IKN Rp 2,86 T Belum Sampai
Investasi Rp 1,2 Triliun dari Korea Selatan Masuk IKN
Atasi Macet Ketapang-Gilimanuk, Kapal Besar dan Dermaga Baru Disiapkan
Integrasi Tol Logistik: Kepastian Regulasi Jadi Kunci
2.369 Lulusan SMK Kemenperin, 63,70% Terserap Industri
Berita Terbaru
Webinar AI untuk Riset Akademik: Percepat Skripsi dan Tesis
Menteri Dorong Rektor Naikkan Gaji Dosen
Stella Christie: Kunci RI Kuasai AI Ada di Data
SPP SMA Negeri Jawa Barat Akan Dihidupkan Kembali?
Prabowo Hentikan MBG untuk Anak Orang Kaya
BGN Kaji Libatkan Kantin Sekolah untuk MBG
DPR Desak Penataan Taxiway Bandara Halim
Menkeu Purbaya: Surat Tambahan Anggaran IKN Rp 2,86 T Belum Sampai