Prancis vs Maroko: Efisiensi Jadi Kunci Laga
Gambar atau konten salah?
Pertandingan antara Prancis dan Maroko di Piala Dunia 2026 akan berlangsung di Stadion Boston pada Jumat, 10 Juli 2026. Laga ini dijadwalkan kick-off pukul 03.00 WIB.
Maroko bukan lawan yang bisa dianggap enteng. Dalam lima pertandingan yang sudah mereka jalani sejauh ini, tim berjuluk Atlas Lions itu belum pernah sekalipun merasakan kekalahan. Setelah bermain imbang melawan Brasil, Maroko berhasil mengalahkan Skotlandia dan Haiti. Di babak gugur sebelumnya, mereka sempat bermain 1-1 dengan Belanda hingga 120 menit. Tim asuhan Mohamed Ouahbi akhirnya melaju ke fase berikutnya setelah menang dalam adu tendangan penalti.
Maroko memiliki pemain bintang di setiap lini. Di lini depan, Ismael Saibari yang sudah mencetak tiga gol memang harus absen karena cedera hamstring. Namun Maroko masih memiliki Soufiane Rahimi dan Brahim Diaz di lini serang. Barisan gelandang diisi oleh Ayyoub Bouaddi, Azzedine Ounahi, hingga Neil El Aynaoui. Sementara di lini belakang ada Achraf Hakimi, Noussair Mazraoui, dan Issa Diop. Di pos penjaga gawang, Yassine Bounou menjadi andalan utama. Ia menjadi pahlawan kemenangan Maroko saat menang adu penalti melawan Belanda.
Pelatih Prancis, Didier Deschamps, meminta anak asuhnya untuk bisa memanfaatkan peluang yang didapat dalam usaha meraih kemenangan atas Maroko. "Kami harus efisien dalam hal menyerang. Di semua lini, kedua tim sama-sama memiliki materi pemain yang kuat," kata Deschamps dalam konferensi pers. "Kami memang efisien, tetapi kami sebenarnya bisa tampil lebih baik lagi dalam hal ini. Terkadang Anda mendapatkan enam peluang dan mencetak dua gol, dan terkadang Anda hanya punya dua peluang tetapi bisa mencetak dua gol. Yang terpenting adalah menjadi efisien," tambah pelatih yang sudah menangani Prancis sejak 8 Juli 2012 itu.
Prancis tentu ingin mempertahankan performa terbaik mereka. Namun Maroko yang belum terkalahkan di turnamen ini jelas bukan lawan yang bisa diremehkan. Kedua tim sama-sama memiliki pemain berkualitas di setiap posisi. Pertandingan ini diprediksi akan berjalan ketat. Efisiensi dalam memanfaatkan peluang bisa menjadi faktor penentu siapa yang akan melaju ke babak berikutnya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
