Prapenjualan PANI Capai Rp3 Triliun, Hunian Dominan

Guntur P. · 2 min baca · 5 jam lalu · 41 dibaca
Bisik.id
Prapenjualan PANI Capai Rp3 Triliun, Hunian Dominan

Gambar atau konten salah?

PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) mencatat angka prapenjualan, atau yang biasa disebut marketing sales, sebesar Rp 3 triliun hingga September 2026. Dari jumlah itu, segmen hunian menjadi yang paling dominan. Kontribusinya mencapai 54 persen.

Penjualan rumah dan apartemen menyentuh angka Rp 1,63 triliun. Angka ini naik 34 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. PANI mengatakan, kenaikan ini didorong oleh banyaknya pilihan produk yang ditawarkan. Selain itu, ada juga insentif dari pemerintah berupa Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) yang turut membantu.

Beberapa produk hunian yang dijual antara lain Rumah Milenial, yang ditujukan bagi pembeli rumah pertama. Ada juga Pasir Putih Residence, Pasadena Spring, Padma, dan Bukit Nirmala.

Selain hunian, produk komersial juga ikut menyumbang. Segmen ini memberikan kontribusi Rp 526 miliar terhadap total marketing sales PANI. Produk yang termasuk di dalamnya adalah Bizpark PIK2 dan Rukan Marina Bay.

Ada satu segmen lagi, yaitu kaveling komersial di kawasan CBD PIK2. Segmen ini menyumbang Rp 866 miliar.

Presiden Direktur PANI, Sugianto Kusuma, menjelaskan bahwa pengembangan PIK2 sebagai kawasan terpadu adalah bagian penting dari strategi perusahaan. Tujuannya, mengembangkan produk dan meningkatkan daya tarik kawasan agar permintaan pasar terus naik.

"Menyikapi perkembangan pasar saat ini, kami memilih untuk tetap fokus pada penguatan ekosistem PIK2 sebagai komitmen utama perusahaan. Berbagai fasilitas dan infrastruktur baru akan terus bergulir, mulai dari Tol KATARAJA, beroperasinya NICE, Dermaga CBD Beachwalk yang membuka akses langsung ke Kepulauan Seribu, serta melanjutkan pembangunan Hotel Hilton PIK2 sebagai pelengkap kawasan PIK2," kata Sugianto dalam keterangan tertulis, Kamis 05 November 2026.

Menurut Sugianto, sebagian ruas Tol KATARAJA sudah beroperasi secara fungsional. Tujuannya mempermudah akses menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Kawasan PIK2 juga dilengkapi dengan Nusantara International Convention Exhibition (NICE). Tempat ini bisa digunakan untuk kegiatan pertemuan, perjalanan insentif, konferensi, dan pameran.

Ada juga Dermaga CBD Beachwalk. Fasilitas ini berfungsi sebagai tempat wisata bahari sekaligus akses menuju Kepulauan Seribu. PANI juga sedang mengembangkan Hotel Hilton PIK2. Hotel ini diperkirakan mulai beroperasi pada semester II 2027.

"Kami terus berharap progres pengembangan PIK2 tetap berjalan dengan lancar dan semakin meningkatkan nilai tambah perusahaan," ucap Sugianto.

Per 30 September 2026, PANI memiliki cadangan lahan seluas 1.828 hektare. Lahan ini dikelola melalui 12 entitas anak untuk mendukung pengembangan bisnis perusahaan.

Pencapaian marketing sales Rp 3 triliun ini menunjukkan bahwa permintaan properti di kawasan PIK2 masih cukup tinggi. Segmen hunian menjadi motor utama, sementara infrastruktur seperti tol dan dermaga terus dibangun untuk mendukung kawasan tersebut.

marketing saleshunianPPN DTPPIK2infrastrukturproperti

Komentar

Memuat komentar...