Presenter 62 Terganggu Keracunan Makanan Hotpot di Xinjiang
Gambar atau konten salah?
Li Jing, presenter berusia 62 tahun, mengalami keracunan makanan saat berlibur di Xinjiang pada 05 Juni 2026. Setelah menikmati hotpot yang berisi daging yak, ia tiba-tiba merasakan demam tinggi hingga 39 derajat Celsius pada malam hari. Kondisi ini membuatnya harus segera dilarikan ke rumah sakit.
Menurut unggahan di media sosial, Li Jing menceritakan bahwa ia sempat mengelilingi pemandangan dan berfoto bersama yak putih, salah satu ikon wilayah Dataran Tinggi Tibet dan Pegunungan Himalaya. Ia mengaku ragu ketika pertama kali berinteraksi dengan hewan tersebut, namun akhirnya memutuskan mencicipi daging yak sebagai bagian dari pengalaman kuliner lokal.
Menu hotpot yang disajikan di sana merupakan hidangan populer di Dataran Tinggi Pamir, sering dicari oleh para turis. Pelayan di restoran menyarankan agar irisan daging yak hanya dimasak selama sekitar 10 detik untuk mendapatkan tekstur terbaik. Li Jing menduga bahwa waktu memasak yang terlalu singkat menyebabkan daging belum matang sempurna, sehingga memicu gastroenteritis akut atau radang saluran pencernaan.
Setelah mengalami demam tinggi, Li Jing segera mendapatkan penanganan medis darurat. Di unit gawat darurat, ia melihat banyak pasien lain yang mengeluhkan keluhan serupa. Meskipun tidak dapat dipastikan apakah penyebabnya sama, kondisi tersebut membuatnya semakin yakin bahwa masalah pencernaan menjadi faktor utama.
Pengalaman ini juga membuat Li Jing menghargai kerja keras petugas medis. Saat dirawat, rumah sakit mengalami keterbatasan tenaga karena bertepatan dengan perayaan festival masyarakat Uyghur. Namun, para petugas tetap memberikan perawatan yang cepat dan tepat.
Dengan nada bercanda, Li Jing sempat mengatakan, “Saya percaya pada karma, hanya saja tidak menyangka datang secepat ini.” Ucapan ini mencerminkan sikapnya yang tetap positif meski menghadapi situasi tak terduga.
Pengalaman ini menyoroti pentingnya memperhatikan cara memasak daging di daerah tinggi, di mana air sulit mendidih dengan sempurna akibat cuaca dingin. Selain itu, kesiapan tenaga medis selama festival lokal juga menjadi faktor krusial dalam menangani kasus keracunan makanan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
