Mbun Brownies: Dari Dapur Rumahan Jadi Tujuh Gerai

Yanto K. · 2 min baca · 1 jam lalu · 31 dibaca
Bisik.id
Mbun Brownies: Dari Dapur Rumahan Jadi Tujuh Gerai

Gambar atau konten salah?

Mbun Brownies Panggang bermula pada tahun 2016 di dapur sederhana rumah. Dari resep tradisional ibu, keluarga Ifmy Anisah Amatullah mengolah brownies yang kemudian menjadi andalan bisnis ini.

Resep awalnya datang dari ibu sang pendiri. “Ini resep yang ada di ibu aku. Lalu dimodifikasi sama adikku hingga akhirnya jadilah Mbun Brownies ini,” ujar Ifmy Anisah Amatullah, Direktur Utama Mbun Brownies Panggang.

Setelah dimodifikasi, rasa brownies menjadi unik: manis legit dengan lapisan topping melimpah. Keluarga mulai memproduksi brownies secara rutin di rumah, lalu memutuskan untuk menjualnya secara online.

Usaha kecil ini memanfaatkan aplikasi pesan antar dan media sosial. “Awalnya kita masukin ke food online dan media sosial. Dari situ banyak customer baru yang datang,” ujarnya. Pesanan pun terus bertambah, membuat bisnis ini dikenal di kalangan pecinta kue.

Ketika pandemi melanda, banyak usaha lain menurun, namun Mbun Brownies justru merasakan lonjakan penjualan. “Pas COVID alhamdulillah penjualan malah naik. Itu jadi salah satu momen yang membantu usaha kami berkembang,” kata Ifmy Anisah. Kebiasaan memesan makanan dari rumah memberi peluang baru bagi bisnis ini.

Dengan meningkatnya permintaan, mereka memutuskan keluar dari dapur rumah. Gerai pertama dibuka di pinggir jalan agar lebih mudah dijangkau pelanggan. “Dulu dari rumah, lalu pindah ke pinggir jalan. Pelan‑pelan akhirnya punya beberapa kios seperti sekarang,” ujar Ifmy Anisah.

Seiring waktu, Mbun Brownies Panggang berkembang menjadi tujuh gerai. Lokasi gerai tersebar di beberapa kota, antara lain:

Menu andalan tetap sama, namun dengan variasi topping yang lebih banyak. Choco Crunch menjadi favorit, berharga Rp 20.000 untuk ukuran kecil. Rasa manis cokelat diselingi tekstur renyah choco crunch. Cheese Lava hadir dengan harga Rp 90.000, cocok dinikmati hangat. Rasa gurih keju berpadu dengan manis cokelat, menciptakan sensasi yang tak terlupakan.

Nama Mbun memiliki makna keluarga. “Aku manggil ibu aku Bunda. Teman‑temannya sering panggil Bun, jadi akhirnya kita pilih nama Mbun untuk brownies ini,” tutup Ifmy Anisah. Nama tersebut mengekspresikan kehangatan dan rasa akrab yang ingin disampaikan kepada pelanggan.

Perjalanan Mbun Brownies Panggang menunjukkan bagaimana resep keluarga dapat berkembang menjadi usaha yang menguntungkan. Dari dapur sederhana hingga tujuh gerai, bisnis ini tetap menjaga cita rasa asli sambil menyesuaikan dengan kebutuhan pasar. Dengan menu yang tetap menarik dan harga terjangkau, Mbun Brownies Panggang terus menjadi pilihan bagi pecinta kue di berbagai kota.

Mbun Brownies Panggangkue browniespenjualan onlinepandemi COVIDgerai Blok M Hubchoco crunchusaha keluarga

Komentar

Memuat komentar...