Pria 26 Tahun Medan Berjuang Kanker Mata Stadium 3

Rini S. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 84 dibaca
Bisik.id
Pria 26 Tahun Medan Berjuang Kanker Mata Stadium 3

Gambar atau konten salah?

Seorang pria berusia 26 tahun asal Medan, Sumatera Utara, baru-baru ini menjadi sorotan di TikTok setelah membagikan kisah perjuangannya melawan kanker mata stadium 3. Video tersebut menampilkan narasi emosional tentang diagnosis, pengobatan, dan operasi yang harus ia jalani selama empat tahun.

Pria tersebut, yang bernama Rizki Nurdiansyah, memulai perjalanan sakitnya pada tahun 2022. Saat itu ia bekerja di Malaysia dan mulai merasakan masalah pada mata. Rekan kerjanya melihat mata merahnya, sehingga Rizki memutuskan untuk mencari bantuan medis di salah satu klinik di Kuala Lumpur.

Dokter di sana menilai kondisi tersebut sebagai infeksi bakteri. Mereka menyarankan Rizki berhenti bermain ponsel hingga larut malam di bawah cahaya redup. “Nah. terus ditanya lagi sering minum alkohol dan makanan seperti junk food dan instan gitu. Saya jawab ada kebetulan teman saya kerja partime di restoran cepat saji jadi dia selalu bawa makanan untuk kami makan. Sebenarnya boleh, tapi tidak di anjurkan selalu kata dokternya,” jelas Rizki.

Setelah menerima tetes mata khusus, masalah mata merahnya hilang sementara. Namun, pada minggu ketiga, rasa nyeri muncul dan penglihatan mulai terganggu. Ia menggambarkan mata kanan yang terasa “delay” dan gerakannya tidak seimbang dengan mata kiri. Kemudian, tiba-tiba penglihatannya menjadi gelap total. Karena situasi lockdown pandemi, Rizki kesulitan pulang ke Medan dan akhirnya kembali pada Oktober 2022.

Di rumah sakit mata Medan, dokter melakukan CT scan untuk memeriksa detail diagnosis. Hasilnya keluar dalam seminggu: tumor di belakang bola mata dan masalah saraf kepala. Rizki kemudian dirujuk ke rumah sakit terbesar di Medan untuk pemeriksaan ulang, termasuk CT scan dan biopsi. Dokter memutuskan untuk memulai kemoterapi.

Selama empat tahun, Rizki menjalani serangkaian perawatan yang intensif. Ia melaporkan: “Kanker mata stadium 3 selama 4 tahun berjuang (tumor ganas belakang bola mata). Harus 6 kali kemoterapi, 3 obat, radiasi 36 kali full dosis, operasi 4 kali, biopsi 2 kali.” Semua prosedur ini dilakukan untuk menahan penyebaran kanker.

Operasi pengangkatan bola mata menjadi titik balik penting. Rizki mengungkapkan, “Di situ aku sudah nangis senangisnya, tapi kalau nggak diangkat bakalan menyebar nanti kankernya ke otak atau mata lagi satu.” Setelah beberapa operasi, dokter menyatakan kanker sudah bersih. Namun, masih diperlukan operasi tambahan untuk memperbaiki jahitan mata.

Walaupun mental sering down, Rizki tetap semangat. Ia berkata, “Sebenarnya saya nggak kuat kak tapi cuma saya sabar dan ikutin alur jalan sakit ini gimana sampai selesai walaupun mental down, tapi saya tetap semangat buat sembuh dan bisa bekerja kembali.”

Pengalaman Rizki menunjukkan betapa pentingnya deteksi dini dan perawatan berkelanjutan. Kanker mata stadium 3, meski jarang, dapat memengaruhi kehidupan sehari-hari jika tidak ditangani tepat waktu. Kisahnya menjadi contoh bagi banyak orang untuk tidak mengabaikan gejala aneh pada mata.

kanker mataTikTokRizki NurdiansyahSumatera UtaraCT scankemoterapioperasi pengangkatan bola matadeteksi dini

Komentar

Memuat komentar...