Print & Pack Symposium 2: Fokus Paperboard Ramah Lingkungan
Gambar atau konten salah?
Di Jakarta, kesadaran akan keberlanjutan semakin meluas. Industri kemasan di Indonesia merespons dengan menyesuaikan produk agar lebih ramah lingkungan, aman bagi kesehatan, dan meningkatkan efisiensi produksi.
Acara yang menyoroti perubahan ini adalah Print and Pack Symposium edisi kedua, yang digelar di Surabaya. Tema “Harmonizing Technology and Process to Drive Packaging Productivity” mengajak peserta mengevaluasi peran material berbasis serat kayu, khususnya paperboard, sebagai tulang punggung bagi sektor makanan, minuman, serta kemasan premium kosmetik dan farmasi.
Simposium menekankan pentingnya sinkronisasi semua elemen produksi: pemilihan paperboard, penggunaan tinta dan coating, teknologi mesin, serta proses finishing. Semua faktor ini dianggap krusial untuk mendorong produktivitas kemasan.
Lebih dari 150 peserta hadir, memperlihatkan kolaborasi lintas sektor dari hulu ke hilir. APRIL Group memperkenalkan BoardOne™, rangkaian paperboard yang dirancang untuk berbagai kebutuhan. Produk ini menggabungkan struktur kuat, kemampuan cetak optimal, fleksibilitas desain, dan dapat didaur ulang.
Deputy Global Commercial Head - Paperboard APRIL, Sofyan Panding, menegaskan bahwa kepatuhan terhadap standar keamanan pangan adalah prioritas utama perusahaan. Ia berkata, “Melalui BoardOne™, kami tidak hanya menyediakan material yang ramah lingkungan dan tersertifikasi, tetapi juga memberikan solusi teknis yang membantu pelaku industri meningkatkan daya saing produk mereka, baik di pasar domestik maupun mancanegara,” ujar Sofyan pada 15 Juni 2026.
Teknologi BoardOne mendukung dua sektor yang tumbuh pesat: food services dan kemasan makanan beku. Untuk food services, produk harian seperti paper cups, bowls, trays, lunch boxes, dan paper plate menggunakan teknologi ini. Sementara untuk pasar frozen food, kemasan dirancang khusus agar tahan kelembapan dan suhu ekstrem tanpa mengorbankan keamanan pangan.
Paperboard, seperti BoardOne, memainkan peran penting dalam industri kemasan. Sebagai komponen terbesar dalam struktur biaya produksi, paperboard berkualitas tinggi memengaruhi kelancaran proses cetak, efisiensi penggunaan tinta, stabilitas finishing, dan kualitas produk akhir.
Heidelberg, penyedia teknologi mesin cetak global, menekankan pentingnya presisi pengaturan mesin agar hasil cetak optimal. Sementara BOBST menyoroti sinkronisasi material untuk memastikan proses die‑cutting berjalan akurat tanpa merusak struktur kemasan.
Hubergroup menjelaskan peran tinta dalam menjaga ketajaman warna pada permukaan paperboard. Wohing Overtek memaparkan pentingnya kesesuaian pisau potong dengan aplikasi produk. Dalam diskusi teknis tersebut, para panelis sepakat bahwa pemilihan material kemasan yang tepat sejak awal dan uji coba (trial) sebelum produksi massal adalah kunci menjaga standar kualitas.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong penggunaan kemasan berkelanjutan, terutama berbasis kertas atau paperboard, untuk menekan sampah plastik sekaligus meningkatkan daya saing industri makanan dan minuman (mamin). Kemasan jenis ini diketahui telah menyumbang sekitar 28% dari total penggunaan kemasan di industri mamin nasional.
Dari sisi global, permintaan kemasan berbasis serat terus meningkat. Tren ini didorong oleh kebutuhan industri akan material yang berasal dari sumber daya terbarukan, dapat didaur ulang, serta memenuhi standar keamanan pangan yang semakin ketat. Produk kemasan tidak hanya harus kuat, tetapi juga bebas dari Optical Brightening Agent (OBA) atau zat pemutih tambahan agar dapat memenuhi standar audit BPOM maupun FDA internasional.
Keberhasilan transisi menuju kemasan berkelanjutan memerlukan harmonisasi antara material, tinta, dan presisi mesin berkecepatan tinggi. Para pakar mengingatkan bahwa material kertas yang memakan porsi 50% hingga 70% dari total biaya kemasan bukanlah pemborosan, melainkan investasi jangka panjang untuk memangkas biaya operasional secara keseluruhan.
Pemakaian material berkualitas tinggi terbukti mampu mengoptimalkan performa mesin otomatis, menekan limbah sisa (waste), serta mempercepat waktu produksi. Keunggulan teknis inilah yang ingin dihadirkan oleh APRIL Group bagi mitra mereka.
Melalui lini produk BoardOne™ yang telah tersertifikasi PEFC, APRIL Group tidak hanya menawarkan efisiensi operasional dan mutu yang ketat, tetapi juga dukungan terhadap industri kemasan Tanah Air.
Simposium menegaskan bahwa perubahan menuju kemasan berkelanjutan bukan sekadar tren, melainkan langkah strategis yang memerlukan kolaborasi lintas sektor. Dengan material yang tepat, teknologi mesin yang presisi, dan proses finishing yang terkoordinasi, industri kemasan dapat memenuhi tuntutan pasar sambil menjaga lingkungan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Menteri PU: Sekolah Rakyat Tanpa Kendala Keuangan, Progres
IHSG Tertahan, Investor Asing Siap Jual Pasca MSCI 2026
JAPFA Perkenalkan Inisiatif Keberlanjutan di INVIROTECH 2026
Target Swasembada Bawang Putih 4 Tahun, 90% Impor Indonesia
OJK Peringat Investor Tenang Hadapi Pengumuman MSCI 19 Juni
Prodia Luncurkan U-aang Fitur Pembayaran Digital Bersama BCA
Berita Terbaru
Print & Pack Symposium 2: Fokus Paperboard Ramah Lingkungan
Perceraian Gresik Tinggi, Sosial Media & Judi Online
Telur premium Jepang bernilai tinggi tanpa rasa berbeda
Argentina Kalahkan Aljazair 3-0, Messi Pimpin Piala Dunia
Menteri PU: Sekolah Rakyat Tanpa Kendala Keuangan, Progres
IHSG Tertahan, Investor Asing Siap Jual Pasca MSCI 2026