Perceraian Gresik Tinggi, Sosial Media & Judi Online
Gambar atau konten salah?
Angka perceraian di Kabupaten Gresik tetap tinggi sepanjang tahun 2026. Pengadilan Agama Gresik mencatat 163 perkara cerai talak telah diputus dan dikabulkan dari total 281 permohonan yang diajukan pihak suami.
Panitera Muda Andik Wicaksono menjelaskan bahwa cerai talak biasanya dipicu oleh berbagai persoalan dalam rumah tangga. Ia menambahkan, “Biasanya kerap dipicu oleh sikap pribadi dari istri,” pada Rabu, 17 Juni 2026.
Andik menegaskan bahwa sejumlah suami merasa telah berupaya memenuhi kebutuhan keluarga, namun hubungan tetap diwarnai konflik akibat kurangnya penghormatan dan komunikasi yang tidak berjalan baik. Ia menyebut, “Kebanyakan perceraian karena tuntutan istri yang tak bisa dituruti oleh suami,”.
Faktor media sosial juga menjadi penyebab yang kerap muncul dalam persidangan. Aktivitas seperti membuat konten, live streaming, hingga interaksi yang dianggap berlebihan dengan lawan jenis sering memicu perselisihan. “Misalnya istri sibuk membuat konten, live streaming, hingga berinteraksi dengan pria lain,” ujarnya.
Perselisihan yang tidak terselesaikan kemudian berkembang menjadi konflik berkepanjangan. Kondisi tersebut dapat berujung pada penelantaran, pertengkaran terus-menerus, hingga hilangnya komitmen untuk mempertahankan rumah tangga. “Sangat disayangkan, apalagi kedua belah pihak tidak memiliki komitmen untuk berlanjut. Sehingga memilih untuk berpisah,” pungkasnya.
Fenomena miris juga terlihat di balik angka perceraian pasangan suami istri di Gresik. Faktor ekonomi menjadi pemicu utama ratusan pasangan memilih mengakhiri biduk rumah tangganya sepanjang 2026. Adapun 80% di antara faktor ekonomi itu karena kecanduan judi online (judol).
Data Pengadilan Agama Gresik mencatat, terdapat 793 perkara perceraian yang masuk sejak Januari hingga 12 Juni 2026. Dari jumlah tersebut, faktor ekonomi menjadi penyebab tertinggi dengan 411 perkara.
Panitera Muda Andik Wicaksono mengatakan, “Dari keterangan para saksi maupun penggugat, 80 persen kasus cerai faktor ekonomi karena pihak suami ketagihan judi online.”
Perkiraan ini menyoroti dampak sosial ekonomi yang signifikan di wilayah tersebut. Masyarakat di Gresik kini semakin menyadari pentingnya komunikasi, penghormatan, dan pengelolaan keuangan keluarga untuk mencegah perceraian yang seringkali berakar pada konflik pribadi dan kebiasaan buruk.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
