Telur premium Jepang bernilai tinggi tanpa rasa berbeda
Gambar atau konten salah?
Di Indonesia, telur biasanya dianggap sebagai makanan yang sangat terjangkau. Namun, di Jepang ada telur yang justru dijual dengan harga yang sangat tinggi. Produk telur premium bernama Tenran Ukokkei Ran dijual di pusat perbelanjaan Isetan, Shinjuku, dengan harga 1.512 yen atau sekitar Rp170.000 per kemasan yang berisi dua butir. Jadi satu butir telur dibanderol sekitar Rp85.000. Informasi ini dilaporkan oleh SoraNews24 pada 17 Juni 2026.
Telur ini berasal dari ayam silkie, atau ayam sutra, yang dibudidayakan oleh perusahaan Ukokkei di Prefektur Ishikawa. Ayam jenis ini dikenal sulit dipelihara dan menghasilkan telur lebih sedikit dibanding ayam petelur biasa. Karena itu, telur ini dipasarkan sebagai produk premium dan sering dijadikan hadiah atau bingkisan.
Untuk menguji rasa, tiga reporter SoraNews24—Seiji Nakazawa, Go Hatori, dan Mr Sato—melakukan uji rasa sederhana. Mereka membandingkan telur Tenran Ukokkei dengan telur supermarket biasa yang dijual 366 yen, atau sekitar Rp41.000 per 10 butir, sehingga satu butir biasa hanya sekitar Rp4.000. Sebagai tambahan, mereka juga mencicipi telur dari ayam Nagoya Cochin, ras ayam premium Jepang lainnya. Telur Nagoya Cochin dijual 710 yen, atau sekitar Rp80.000 per enam butir, sehingga harga per butirnya sekitar Rp13.000.
Ketiga jenis telur direbus selama sekitar 10 hingga 12 menit sebelum dicicipi. Dari segi tampilan, telur Tenran Ukokkei dinilai paling menarik. Namun setelah dikupas dan dicicipi, hasilnya cukup mengejutkan.
"Seiji dan Go mengaku hampir tidak menemukan perbedaan rasa yang berarti di antara ketiga telur tersebut. Bahkan, keduanya merasa tidak akan mampu membedakan telur-telur tersebut. Setelah ditambahkan sedikit garam pun, mereka tetap tidak menemukan perbedaan rasa yang signifikan."
Berbeda dengan rekan-rekannya, Mr Sato menilai telur premium itu memiliki tekstur putih telur yang lebih kenyal sekaligus lembut. Menurutnya, sensasi tersebut membuat telur terasa lebih istimewa dibanding telur biasa.
"Go juga mengaku tekstur telur premium ini sedikit mengingatkannya pada pidan atau century egg, telur fermentasi yang populer di China dan sejumlah negara Asia lainnya."
Ketiganya sepakat bahwa rasa kuning telur dari ketiga produk tersebut tidak menunjukkan perbedaan yang terlalu mencolok. Hasil uji coba ini menunjukkan bahwa harga premium belum tentu menghasilkan perbedaan rasa yang mudah dikenali. Dalam uji rasa ini, tekstur putih telur justru menjadi aspek yang paling membedakan telur premium dari telur biasa.
Secara keseluruhan, telur premium Jepang ini menonjol bukan karena perbedaan rasa, melainkan karena tekstur dan kelangkaannya. Harga tinggi lebih mencerminkan proses budidaya yang sulit dan jumlah produksi yang terbatas, bukan selera yang lebih superior.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Hong Kong: Minimarket Tanpa Staf, Semua Layanan Robot
Pedagang Durian Kelantan Dipertanyakan Promosi Gratis
5 Gerai Roti Bakar Populer di Jakarta: Pilihan Nikmat
Oblog Betawi, Hidangan Legendaris yang Menjadi Langka
Harga Durian Malaysia Turun 20-30% Karena Panen Melimpah
Unggahan Threads: Minta Semua Orang Cuci Piring Tanpa Gender
Berita Terbaru
Telur premium Jepang bernilai tinggi tanpa rasa berbeda
Argentina Kalahkan Aljazair 3-0, Messi Pimpin Piala Dunia
Menteri PU: Sekolah Rakyat Tanpa Kendala Keuangan, Progres
IHSG Tertahan, Investor Asing Siap Jual Pasca MSCI 2026
Android 12 Diluncurkan, Smartphone Perbarui Fitur Pengguna
Menteri Widiyanti Tambah G63 Mercedes 8,8 Miliar di Garasi
FA Tegaskan Manajer Inggris Hindari Politik, Fokus Lapangan