Protes Besar Kenya: 4 Meninggal, 30 Terluka Kenaikan BBM

Maya K. · 2 min baca · 15 hari lalu · 48 dibaca
Bisik.id
Protes Besar Kenya: 4 Meninggal, 30 Terluka Kenaikan BBM

Gambar atau konten salah?

Pada Senin, 18 Mei 2026, gelombang protes besar terjadi di Kenya akibat kenaikan harga bahan bakar yang sangat tinggi. Aksi ini memicu kerusuhan di beberapa kota besar, menimbulkan 30 orang terluka dan empat meninggal.

Dalam konferensi pers yang diambil dari Reuters, Menteri Dalam Negeri Kenya, Kipchumba Murkomen, menyatakan, “Kami kehilangan empat warga Kenya dalam kekerasan hari ini (Senin, 18 Mei 2026), yang juga menyebabkan lebih dari 30 orang terluka.”

Protes dimulai ketika Aliansi Sektor Transportasi Kenya mengumumkan bahwa semua moda transportasi yang berafiliasi akan berhenti beroperasi mulai Minggu, 17 Mei 2026 tengah malam sebagai bentuk demonstrasi.

Alasan utama di balik aksi tersebut adalah kenaikan harga bahan bakar eceran yang diatur oleh Otoritas Pengatur Energi dan Perminyakan Kenya. Pada pekan sebelumnya, otoritas tersebut resmi menaikkan harga bahan bakar hingga 23,5%, setelah sebelumnya menaikkan harga BBM sebesar 24,2% bulan lalu.

Seperti banyak negara lain, kenaikan BBM ini dipicu oleh konflik di Timur Tengah yang menekan pasokan minyak dan gas global. Kenya, yang mengimpor hampir semua bahan bakarnya dari negara-negara Teluk, terganggu oleh kesepakatan antar pemerintah dengan pemasok tersebut.

Kenaikan harga bahan bakar secara signifikan meningkatkan tarif transportasi. Hal ini memicu kenaikan harga barang kebutuhan pokok, memperburuk tekanan pada rumah tangga yang sudah menghadapi biaya hidup tinggi.

Polisi setempat mengaku akan bertindak tegas untuk mengatasi gangguan. Mereka menilai situasi ini mengancam kelumpuhan total aktivitas ekonomi dan memutus rantai pasok logistik di wilayah Afrika Timur tersebut.

Di Nairobi, jalan-jalan menuju ibu kota diblokir pada pagi Senin, 18 Mei 2026 oleh operator transportasi yang melakukan aksi mogok kerja. Kelompok demonstran lainnya tersebar, bahkan sebagian pengunjuk rasa membakar ban untuk memblokir akses ke jalan utama, menciptakan kemacetan dan menimbulkan banyak pengguna jalan terlantar.

Di Mombasa, kota pelabuhan utama, aksi pemogokan menimbulkan kekhawatiran akan keterlambatan rantai pasok. Sebagai respons, polisi menembakkan gas air mata di beberapa daerah.

Untuk menenangkan situasi domestik yang semakin memanas, Menteri Transportasi dan Energi mengadakan pertemuan dengan operator transportasi umum pada Senin malam. Tujuannya adalah mencari solusi terbaik bagi masyarakat.

Namun, pertemuan tersebut tidak menghasilkan terobosan berarti. Asosiasi transportasi menerima proposal dari pemerintah bahwa mereka akan menjembatani kesenjangan antara harga diesel dan minyak tanah untuk mencegah kerugian lebih lanjut.

Ketua asosiasi pemilik kendaraan angkutan umum, Albert Karakacha, menyatakan dalam konferensi pers, “Kami belum menyepakati apa pun... Yang kami desak kepada presiden adalah agar dia harus melakukan sesuatu karena pemogokan akan berlanjut. Pemogokan masih berlangsung.”

Situasi ini menyoroti betapa rapuhnya sistem transportasi dan pasokan energi di Kenya. Kenaikan harga BBM, yang dipicu oleh dinamika global, menambah beban ekonomi bagi masyarakat. Sementara itu, aksi mogok transportasi menempatkan negara di ambang gangguan serius terhadap aktivitas ekonomi dan rantai pasok, menuntut intervensi cepat dari pihak berwenang.

Kenyaprotes harga BBMkerusuhantransportasipeningkatan harga bahan bakarotoritas energirantai pasok

Komentar

Memuat komentar...