Proyek Sampah Jadi Listrik Rp 3 Triliun di Bali Resmi Dimulai

Fitri A. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Proyek Sampah Jadi Listrik Rp 3 Triliun di Bali Resmi Dimulai

Gambar atau konten salah?

Pembangunan proyek pengolahan sampah menjadi listrik di kawasan Denpasar Raya, Bali, akhirnya resmi dimulai. Proyek ini disebut sebagai yang pertama di Indonesia dalam skala besar untuk mengatasi masalah sampah. Nilai investasinya mencapai Rp 3 triliun.

Prosesi peresmian ditandai dengan penandatanganan dua dokumen penting pada Rabu, 08 Juli 2026. Dokumen tersebut adalah perjanjian sponsor dan perjanjian jual-beli listrik antara PT PLN (Persero) dengan Badan Usaha Pembangunan PSEL.

Chief Executive Officer PT Danantara Investment Management, Pandu Sjahrir, menyampaikan bahwa proyek ini memasuki fase krusial. "Pada hari ini Rabu, 8 Juli 2026, PSEL Denpasar Raya telah memasuki fase penting melalui agenda penandatanganan Power Purchase Agreement dan peresmian pembangunan PSEL," ujarnya. Ia menambahkan, langkah ini menandai kesiapan untuk mewujudkan solusi pengelolaan sampah terpadu di Indonesia, yang dimulai dari Denpasar Raya. "Pak Gubernur, ini yang pertama Pak Gubernur, kita mulai di Denpasar dulu, Pak Gubernur," kata Pandu.

Proyek ini dirancang dengan mengacu pada standar lingkungan ketat Eropa, yaitu Europe Industrial Emissions Directive (EU IED). Fasilitas pengolahan ini mampu memproses lebih dari 500 ribu ton sampah setiap tahunnya. Jumlah itu setara dengan lebih dari 40 persen total timbunan sampah di seluruh Pulau Bali.

Dari sisi lingkungan, targetnya cukup besar. Emisi dari tempat pembuangan akhir (TPA) diperkirakan bisa turun hingga 80 persen. Selain itu, proyek ini juga diproyeksikan memangkas emisi karbon sekitar 640 ribu ton CO2 per tahun.

Dari sisi energi, listrik yang dihasilkan dari proses pengolahan sampah ini akan menjadi energi hijau. "Inisiatif ini akan menghasilkan energi hijau yang dapat menyuplai kebutuhan sekitar 100.000 rumah masyarakat Bali," jelas Pandu.

Proyek senilai Rp 3 triliun ini juga membawa dampak ekonomi. Sekitar 1.200 lapangan kerja hijau diperkirakan akan tercipta. Kebutuhan lahan untuk TPA juga bisa ditekan hingga 80 persen. "Dan inisiatif ini bernilai Rp 3 triliun, diperkirakan menciptakan 1.200 tenaga kerja hijau serta mengurangi kebutuhan lahan TPA sekitar 80%," pungkasnya.

Proyek PSEL Denpasar Raya menjadi salah satu upaya konkret pemerintah dan swasta dalam menangani darurat sampah sekaligus mendorong transisi energi bersih. Dengan kapasitas pengolahan yang besar, proyek ini diharapkan menjadi model bagi kota-kota lain di Indonesia.

proyek pengolahan sampahlistrikDenpasar Rayainvestasi Rp 3 triliunenergi hijaulapangan kerja hijau

Komentar

Memuat komentar...