5 Fakta Sejarah Bakpia yang Jarang Diketahui
Gambar atau konten salah?
Bakpia. Siapa yang tak kenal camilan mungil ini? Kue berbentuk bulat dengan isian manis ini sudah lama menjadi ikon kuliner Yogyakarta. Tapi, tahukah Anda, di balik gigitan pertamanya, tersimpan cerita panjang tentang perpaduan dua budaya besar.
Di sudut-sudut kota Yogyakarta, merek-merek bakpia berjejer. Ada yang menawarkan tekstur super lembut, ada pula yang isiannya kekinian. Semua berlomba memanjakan lidah. Namun, jika ditelusuri lebih dalam, bakpia bukan sekadar jajanan tradisional. Ia lahir dari proses akulturasi budaya yang berlangsung puluhan tahun.
Berikut lima fakta menarik tentang sejarah bakpia yang jarang diketahui orang.
1. Akulturasi Budaya Tionghoa dan Jawa
Konon, bakpia sudah ada sejak tahun 1930 di China. Dari sanalah, seorang perantau bernama Kwik Sun Kwok membawanya ke Indonesia. Ia kemudian menyewa tempat milik Niti Gurnito di Kampung Suryowijayan, Yogyakarta, untuk memulai usahanya. Informasi ini tercatat di situs Dinas Kebudayaan Yogyakarta pada 7 Juli 2026.
Usaha bakpia dimulai pada tahun 1940-an. Sejak saat itu, kue ini mulai mendominasi dunia kuliner Yogyakarta. Usaha yang dirintis Kwik Sun Kwok kemudian dilanjutkan oleh Niti dan berkembang pesat. Bakpia Tamansari terkenal pada masa itu, yang kemudian dikenal sebagai Bakpia Niti Gurnito.
2. Penyesuaian Variasi Bakpia Halal
Nama "bakpia" berasal dari dialek Hokkian, yang aslinya berbunyi tou luk pia. Secara harfiah, kata itu berarti kue atau roti yang diisi daging. Pada awalnya, bakpia dibuat dengan olesan minyak babi.
Namun, kini resepnya telah disesuaikan. Tujuannya agar lebih banyak orang bisa menikmatinya, terutama karena mayoritas masyarakat Yogyakarta beragama Islam. Penyesuaian ini membuat bakpia bisa dinikmati oleh semua kalangan tanpa terkecuali.
3. Lahirnya Bakpia Pathuk
Selain Bakpia Tamansari, ada satu nama lagi yang tak kalah terkenal: Bakpia Pathuk. Usaha ini dirintis oleh Liem Bok Sing, seorang kerabat dari Kwik Sun Kwok yang mempelajari cara pembuatan bakpia.
Usaha bakpia milik Liem Bok Sing berjalan sejak tahun 1948. Kemudian, pada tahun 1955, keluarganya pindah ke kawasan Pathuk, tepatnya di Jalan Aipda KS Tubun No. 75. Di sanalah mereka melanjutkan produksi. Sejak itulah nama Bakpia Pathuk mendominasi usaha bakpia di Yogyakarta.
Kampung Pathuk dipenuhi oleh pengusaha bakpia. Untuk membedakan satu sama lain, mereka menggunakan angka yang berasal dari nomor rumah tempat produksi. Contohnya, Bakpia Pathok 25 dan Bakpia Patuk 75.
4. Variasi Bakpia Dulu vs Sekarang
Bakpia yang asli hanya memiliki satu varian: kacang hijau tumbuk. Rasanya tidak terlalu manis, tetapi cukup berserat. Kulit bakpia sendiri ada dua jenis: kering dan basah.
Seiring berjalannya waktu, variasi bakpia mulai beragam. Kini, Anda bisa menemukan varian cokelat, keju, durian, hingga isian kekinian lainnya. Kreasi bakpia zaman sekarang juga semakin beragam. Beberapa menawarkan tekstur super lembut dengan kulit tipis. Ada juga bakpia kukus yang mirip bolu, dan ini sangat populer di Yogyakarta sebagai oleh-oleh.
5. Jadi Oleh-oleh Ikonik Yogyakarta
Awalnya, bakpia hanya diproduksi sebagai camilan atau jajanan tradisional. Namun, kini ia telah menjelma menjadi makanan ikonik di Yogyakarta. Bakpia sangat dikenal luas dan selalu diburu oleh para wisatawan sebagai oleh-oleh.
Di area wisatawan yang ramai, seperti Malioboro, mudah sekali menemukan bakpia. Mulai dari Bakpia Pathok 25, Bakpia Mutiara, Bakpiaku, Bakpia Juwara Satoe, hingga Bakpia Kukus Tugu Jogja, semuanya bisa ditemukan di sana.
Dari cerita ini, terlihat bahwa bakpia bukan sekadar makanan. Ia adalah bukti nyata bagaimana dua budaya, Tionghoa dan Jawa, bisa berpadu dan menghasilkan sesuatu yang lestari hingga puluhan tahun. Perubahan resep dari minyak babi ke bahan halal juga menunjukkan bagaimana sebuah tradisi bisa beradaptasi dengan lingkungan barunya tanpa kehilangan esensi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
