Puasa 1 Muharram 1448: Persiapan Ibadah Tahun Baru Hijriah

Putri N. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Puasa 1 Muharram 1448: Persiapan Ibadah Tahun Baru Hijriah

Gambar atau konten salah?

Berbagai umat Islam mempersiapkan diri untuk memulai Tahun Baru Hijriah 1448 dengan ibadah puasa sunah pada 1 Muharram. Ibadah ini dianggap sebagai salah satu amalan yang sangat dianjurkan, bahkan Rasulullah saw pernah menegaskan bahwa puasa di bulan Muharram adalah puasa yang paling utama setelah Ramadan.

Menjelaskan keistimewaan bulan Muharram, Nabi Muhammad saw bersabda: “Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram, dan sholat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.” Hadis ini diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra dan tercatat dalam HR Muslim. Berikut teks lengkapnya dalam bahasa Arab dan terjemahannya:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ، وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعدَ الفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ. (رواه مسلم)
Artinya: Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra, ia berkata: ‘Rasulullah saw bersabda: ‘Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, Muharram, dan sholat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.’ (HR Muslim)

Menurut kalender Hijriah Indonesia yang diterbitkan oleh Kementerian Agama RI, 1 Muharram 1448 Hijriah jatuh pada 16 Juni 2026. Karena pergantian hari di kalender Hijriah dimulai setelah Maghrib, niat puasa sebenarnya dapat dilakukan pada malam sebelumnya, yaitu setelah Maghrib pada 15 Juni 2026.

Setiap ibadah puasa diawali dengan niat. Berikut bacaan niat puasa Muharram yang dapat dibaca pada malam hari sebelum berpuasa:
نَوَيْتُ صَوْمَ الْمُحَرَّمِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shaumal Muharrami lillâhi ta'âlâ.
Artinya: Saya niat puasa Muharram karena Allah Ta'ala.

Untuk puasa sunah Muharram, niat dapat dilakukan sejak malam hari setelah Maghrib hingga sebelum terbit fajar. Waktu tersebut dianggap paling utama agar pelaksanaan puasa lebih sempurna sesuai tuntunan syariat. Namun, bila seseorang lupa berniat pada malam hari, mayoritas ulama membolehkan niat puasa sunnah dilakukan pada pagi atau siang hari sebelum waktu Dzuhur, asalkan sejak terbit fajar belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa seperti makan, minum, atau hubungan suami istri.

Perbedaan antara puasa Muharram, Tasua, dan Asyura sering menimbulkan kebingungan. Puasa Muharram adalah puasa sunah yang dapat dilakukan kapan saja selama bulan Muharram. Sedangkan puasa Tasua dan puasa Asyura adalah puasa sunnah dengan waktu khusus pada tanggal 9 dan 10 Muharram. Nabi Muhammad saw membedakan puasa sepanjang bulan Muharram dengan puasa Asyura pada tanggal kesepuluh Muharram. Karena itu, keduanya memiliki keutamaan masing-masing dan dapat diamalkan secara bersamaan.

Puasa 1 Muharram menjadi amalan sunah yang dapat memulai Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dengan ibadah dan semangat memperbaiki diri. Selain memiliki kedudukan istimewa sebagai bagian dari puasa di bulan Muharram, ibadah ini juga menjadi bentuk syukur atas kesempatan memasuki tahun baru.

Dengan memahami keistimewaan bulan Muharram, tanggal pelaksanaan, serta cara niat yang benar, umat dapat menjalankan puasa 1 Muharram dengan penuh kesungguhan dan ketenangan. Ibadah ini tidak hanya menambah pahala, tetapi juga memperkuat hubungan spiritual dengan Allah serta mempererat rasa syukur atas setiap anugerah yang diberikan.

Puasa MuharramTahun Baru Hijriah1448Shalat malamNiat puasaAbu HurairahHR Muslim

Komentar

Memuat komentar...