Doa Awal Tahun 1448 H: Tanggal 1 Muharram & Cara Baca
Gambar atau konten salah?
Doa Awal Tahun 1 Muharram 1448 H merupakan salah satu amalan yang dianjurkan untuk menyambut Tahun Baru Hijriah. Doa ini dipanjatkan sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT sekaligus memohon perlindungan, keberkahan, dan petunjuk di tahun yang baru.
Dalam buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun karya Ust Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid, dijelaskan bahwa sebagian ulama menganjurkan membaca doa awal tahun setelah salat sunnah rawatib ba'diyah Maghrib pada malam 1 Muharram. Disebutkan bahwa orang yang membacanya akan mendapat perlindungan Allah SWT dari fitnah dan godaan setan selama setahun ke depan.
Tahun ini, penetapan 1 Muharram 1448 H tidak berlangsung serentak di Indonesia. Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) menetapkan 1 Muharram 1448 H jatuh pada Rabu, 17 Juni 2026. Sementara pemerintah dan Muhammadiyah menetapkannya pada Selasa, 16 Juni 2026. Karena itu, warga NU baru memasuki 1 Muharram tahun pada Rabu, 17 Juni 2026 dan membaca doa awal tahun mulai hari ini setelah Maghrib.
Berikut bacaan doa awal tahun 1 Muharram 1448 H lengkap dalam tulisan Arab, latin, arti, serta tata cara mengamalkannya.
Doa Awal Tahun 1 Muharram 1448 H/2026
وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.
اللَّهُمَّ أَنْتَ الْأَبَدِي الْقَدِيمُ الْأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيمِ وَجُوْدِكَ الْمُعَوَّلِ. وَهَذَا عَامُ جَدِيدُ قَدْ أَقْبَلَ إِلَيْنَا، نَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ وَجُنُودِهِ وَالْعَوْنِ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ الْأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ وَالْاشْتِغَالِ بِمَا يُقَرِّبُنِي إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحَبْهِ وَسَلَّمَ.
Washallallaahu 'alaa sayyidinaa muhammadin wa 'alaa aalihii wa shahbihii wasallam. Allaahumma antal abadiyul qadiimul awwalu wa 'alaa fadhlikal 'azhiimi wa juudikal mu-awwal. Wa haadzaa 'aamun jadiidun qad akbala ilainaa. Nas-alukal 'ishmata fiihi minasy syaithaani wa auliyaa-ihi wajunuudihii wal 'auni 'alaa hadzihin nafsil ammaarati bissuu-i wal ishtighaali bimaa yuqarribunii ilaika zulfaa yaa dzal jalaali wal ikraam, yaa arhamar raahimiin. Washallallaahu 'alaa sayyidinaa muhammadin wa 'aala aalihi wa shahbihii wasallam.
Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, serta keluarga dan sahabatnya. Ya Allah, Engkau-lah Yang Maha Abadi, Dahulu, lagi Awal. Dan, hanya kepada anugerah‑Mu yang agung dan kedermawanan‑Mu yang menjadi tempat bergantung. Dan, inilah tahun baru yang benar-benar telah datang. Kami memohon kepada‑Mu perlindungan dalam tahun ini dari (godaan) setan, pembantu‑pembantunya, dan bala tentaranya. Dan, kami memohon pertolongan untuk mengalahkan hawa nafsu amarah yang mengajak pada kejahatan, dan agar kami sibuk melakukan amal yang dapat mendekatkan diri kami kepada‑Mu, wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan, wahai Dzat Yang Maha Pengasih di antara mereka yang mengasihi. Semoga Allah senantiasa melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW serta keluarga dan sahabatnya.
Selain lafaz doa akhir dan awal tahun di atas, saat pergantian tahun umat Islam juga dapat mengamalkan doa awal dan akhir yang baik. Doa ini pada esensinya memohon agar dapat masuk ke suatu tempat dengan cara yang baik dan keluar dari suatu tempat dengan cara yang baik pula. Allah mengajarkan doa ini kepada Rasulullah SAW beberapa saat sebelum beliau hijrah (keluar) dari Makkah menuju (masuk) ke Yastrib/Madinah.
Berikut lafaz doanya yang dikutip dari buku Terjemah Majmu Syarif karya Ustaz Muiz al Bantani:
رَّبِّ اَدْخِلْنِيْ مُدْخَلَ صِدْقٍ وَّاَخْرِجْنِيْ مُخْرَجَ صِدْقٍ وَّاجْعَلْ لِّيْ مِنْ لَّدُنْكَ سُلْطٰنًا نَّصِيْرًا.
Latin: Rabbi adkhilnii mudkhala shidqiw wa akhrijnii mukhraja shidqiw waj'al lii mil ladunka sulthaanan nashiiraa.
Berikut tata cara berdoa awal tahun yang dapat diamalkan:
a. Berniat sujud syukur. Bacaan niat sujud syukur yaitu:
نَوَيْتُ سُنَّةً لِسُجُودِ الشُّكْرِ لِلَّهِ تَعَالَى.
Nawaitu sunnatan lisujudisy syukri lillaahi ta'aalaa.
“Saya berniat sunnah untuk melakukan sujud Syukur karena Allah Ta'ala.”
b. Membaca takbiratur ihram. Bacaan takbir yaitu:
اللهُ أَكْبَرُ.
Allaahu akbar.
“Allah Maha Besar.”
c. Bersujud syukur. Dalam sujud syukur terdapat beberapa bacaan, yaitu:
1) Tasbih 10 kali:
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ.
Subhaanallaah, walhamdu lillaah, walaailaaha illallaah, wallaahu akbar.
“Maha Suci Allah, segenap puji bagi Allah, tiada Tuhan melainkan Allah dan Allah adalah Maha Besar.”
2) Shalawat 10 kali:
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ.
Allaahumma shalli 'alaa sayyidinaa muhammad.
“Ya Allah semoga shalawat tetap kepada junjungan kami, Nabi Muhammad.”
3) Doa sapu jagat 10 kali:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
Rabbanaa aatinaa fiddun-yaa hasanah, wa fil aakhirati hasanah waqinaa 'adzaabannaar.
“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.”
4) Doa berikut I kali:
سَجَدَ وَجْهِيَ لِلَّذِي خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أحْسَنَ الْخَالِقِينَ.
Sajada waj-hi lilladzii khalaqahuu wa shawwarahuu wa syaqqa sam'ahuu wa basharahuu bihaulihi wa quwwatihi fatabarakallaahu ahsanal khaaliqiin.
“Aku sujudkan wajahku ini kepada yang menciptakannya dan membentuk rupanya dan yang membuka pendengarannya dan penglihatannya. Maha Suci Allah sebaik‑baik Pencipta.”
5) Kemudian, membaca doa ini I kali:
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي حَقًّا حَقًّا، سَجَدْتُ لَكَ يَارَبِّ تَعَبُّدًا وَرِقًا. اللَّهُمَّ إِنَّ عَمَلِي ضَعِيفٌ فَضَاعِفُ لِي اللَّهُمَّ قِنِي عَذَابَكَ يَوْمَ تُبْعَثُ عِبَادُكَ وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ.
Subhaanaka allaahumma anta rabbii haqqan haqqaa, sajadtu laka yaa rabbi ta'abbudan wa riqqaa. Allaahumma inna 'amali dha'iifun fadhaa'iflii. Allaahumma qinii 'adzaabaka yauma tub'atsu 'ibaaduka watub 'alayya innaka antat tawwaabur rahiim.
“Maha Suci Engkau. Ya Allah, Engkaulah Tuhanku yang sebenarnya, aku sujud kepada‑Mu ya Rabbi sebagai pengabdian dan penghambaan. Ya Allah, sungguh amalku lemah, maka lipat gandakan pahalanya bagiku. Ya Allah, selamatkan aku dari siksa‑Mu pada hari di mana hamba‑hamba‑Mu dibangkitkan, terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Menerima Taubat dan Maha Penyayang.”
d. Mengucap salam:
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ.
Assalaamu 'alaikum wa rahmatullaah.
“Keselamatan dan rahmat Allah atas kalian semua.”
e. Membaca baqiyatush shalihat sebanyak 3 kali:
سُبْحَانَ اللهُ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ العَلِي الْعَظِيمِ.
Subhaanallaah, walhamdu lillaah, walaa ilaaha illallaah. Allaahu akbar, walaa haula walaa quwwata illaa billaahil 'aliyyil 'azhiim.
“Maha Suci Allah, segenap puji bagi Allah, tiada Tuhan melainkan Allah dan Allah adalah Maha Besar. Tidak daya dan kekuatan selain pertolongan Allah yang Maha Tinggi dan Maha Agung.”
f. Membaca doa awal tahun sebanyak 3 kali.
Demikian bacaan doa awal tahun 1 Muharram lengkap dengan tulisan Arab, Latin, arti, lengkap dengan tata cara mengamalkannya. Semoga bermanfaat!
Doa ini menegaskan pentingnya memulai tahun baru dengan sikap bersyukur dan memohon perlindungan. Praktik sujud syukur, takbir, dan bacaan tasbih, shalawat, serta doa doa lain menambah kedalaman ibadah. Dengan mengikuti langkah-langkah ini, umat dapat memulai tahun baru dengan hati yang tenang dan niat yang murni.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Wali Kota Palu Peringatkan Warga Tetap Tenang Takut Kembali
Pemerintah Palu Kirim Ahli Uji Jembatan III Pasca Gempa 6,7
BLK Sulbar: Ganti Rugi Tertunda, Tanah Disalju ke Pengadilan
Jembatan III Palu Retak Pasca Gempa M 6,7 16 Juni 2026
Gempa Palu 6,7: BMKG Risiko Likuidasi Ringan, Tsunami Tidak
Gempa 6,7 di Palu, Sulawesi Tengah, kerusakan bangunan
Berita Terbaru
Perbedaan 1 Muharram 1448 H antara Kemenag dan PBNU
Doa Awal Tahun 1448 H: Tanggal 1 Muharram & Cara Baca
Warga Bawa Rina Fitri ke Ambulans lewat Brankar Tandu
Makan Bersama Presiden Prabowo: Pelajaran Hidup Raja
Infantino Target Dua Pertandingan Setiap Hari, Jet Pribadi
Justin Gaethje Kalahkan Ilia Topuria di UFC Freedom 250
Tunisia Pecat Pelatih Lamouchi, Herve Renard Jadi Pengganti
Pemerintah Targetkan Listrik ke Semua Desa 2029-2030