Puasa Asyura: Amalan Umum & Keutamaan Menghapus Dosa
Gambar atau konten salah?
Setiap kali bulan Muharram tiba, banyak umat Islam mulai merencanakan ibadah untuk memulai tahun Hijriah dengan lebih baik. Di antara amalan yang paling menonjol adalah puasa Asyura, yang memiliki keistimewaan yang disebutkan secara langsung oleh Nabi Muhammad SAW.
Rasulullah SAW berpuasa pada hari Asyura dan memerintahkan umatnya untuk melakukannya, sebagaimana tercatat dalam hadits berikut:
وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ صَامَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ مُتَّفَقٌ عليه
Artinya: Dari Ibnu Abbas RA bahwa Rasulullah SAW berpuasa pada hari Asyura dan menyuruh untuk berpuasa pada hari itu. (Muttafaq 'alaih)
Hadits lain, yang diriwayatkan oleh Muslim, menegaskan bahwa puasa pada 10 Muharram dapat menghapus dosa setahun yang telah berlalu. Lalu, bagaimana asal‑asalan puasa Asyura dan apa saja keutamaan yang membuat amalan ini begitu dianjurkan? Berikut penjelasannya.
Menurut Fiqih Kontroversi Jilid 2 karya H M Anshary, sebelum kedatangan Islam, umat Yahudi di Madinah sudah melaksanakan puasa Asyura dan memuliakan hari tersebut. Rasulullah SAW kemudian memerintahkan umat Islam untuk ikut berpuasa.
Hal ini didukung oleh riwayat Ibnu Abbas RA: “Ketika tiba di Madinah, Rasulullah SAW mendapati orang‑orang Yahudi melakukan puasa Asyura. Kemudian Rasulullah SAW bertanya, ‘Hari yang kalian berpuasa ini hari apa?’ Orang‑orang Yahudi tersebut menjawab, ‘Ini adalah hari yang sangat mulia. Ini adalah hari di mana Allah menyelamatkan Musa dan kaumnya. Ketika itu pula Firaun dan kaumnya ditenggelamkan. Musa berpuasa pada hari ini dalam rangka bersyukur, maka kami pun mengikuti beliau berpuasa pada hari ini.’ Kemudian Rasulullah SAW bersabda, ‘Kita seharusnya lebih berhak dan lebih utama mengikuti Musa daripada kalian.’ Lalu setelah itu Rasulullah SAW memerintahkan kaum muslimin untuk berpuasa.” (HR Muslim)
Awalnya, puasa Asyura dianggap wajib sebelum diwajibkannya puasa Ramadan, menurut mayoritas ulama. Namun, statusnya kemudian berubah menjadi sunnah, sebagaimana dijelaskan dalam hadits riwayat Aisyah RA:
Dahulu orang Quraisy berpuasa Asyura pada zaman Jahiliyyah. Dan Rasulullah SAW sendiri juga berpuasa Asyura. Ketika beliau hijrah ke Madinah, beliau terus melaksanakan puasa Asyura dan memerintahkan orang‑orang untuk berpuasa. Lalu ketika diwajibkan berpuasa pada bulan Ramadan, beliau bersabda, Barangsiapa yang mau berpuasa Asyura, berpuasalah dan barangsiapa yang ingin meninggalkannya, tinggalkanlah. (HR Bukhari Muslim)
Keutamaan puasa Asyura sangat besar. Rasulullah SAW pernah ditanya tentang hal ini dan beliau menjawab bahwa puasa 10 Muharram dapat menghapus dosa setahun yang lalu. Berikut haditsnya:
وَعَنْ أَبِي قَتَادَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ سُئِلَ عَنْ صِيَامِ يَوْمَ عَاشُورَاءَ، فَقَالَ: «يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ رَوَاهُ مُسْلِمٌ»
Artinya: Dari Abu Qatadah RA bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya tentang puasa hari Asyura. Beliau menjawab, ‘Puasa tersebut dapat melebur dosa setahun yang lalu’ (HR Muslim). Hadis tersebut dikeluarkan Imam Muslim dalam kitab Puasa bab Anjuran Puasa Asyura Tiga Hari.
Puasa Asyura dilaksanakan setiap 10 Muharram, dan biasanya disertai puasa Tasu'a pada 9 Muharram. Selain puasa, pada hari Asyura disarankan untuk lebih banyak berdoa, bersedekah, dan membaca Al‑Qur’an. Semua amalan ini menambah pahala dan mendekatkan kita kepada Allah SWT di hari istimewa ini.
Jadwal Puasa Asyura 2026
Puasa Asyura dikerjakan pada 10 Muharram. Mengacu Kalender Hijriah Indonesia 2026 terbitan Kementerian Agama RI, 10 Muharram 1448 Hijriah jatuh pada Kamis, 25 Juni 2026. Amalan ini juga bertepatan dengan puasa sunah hari Kamis.
Niat Puasa Asyura
نَوَيْتُ صَوْمَ عَشْرَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Arab Latin: Nawaitu shauma 'asyura sunnatan lillaahi ta'aala.
Artinya: Aku berniat puasa Asyura, sunnah karena Allah Ta'ala.
Peristiwa Penting yang Terjadi di Hari Asyura
- Allah SWT menciptakan langit beserta lapisannya.
- Allah SWT menciptakan bumi.
- Allah SWT menurunkan Kitab Lauhul Mahfuzh.
- Diciptakan Malaikat Jibril dan seluruh malaikat.
- Terjadi penciptaan Nabi Adam AS dan Siti Hawa.
- Nabi Isa AS dan Nabi Idris AS diangkat ke langit.
- Nabi Adam AS mendapat ampunan dari Allah SWT.
- Perahu Nabi Nuh AS berlabuh di puncak Gunung Judi.
- Doa Nabi Yusuf AS dikabulkan dan dibebaskan dari penjara.
- Tobat kaum Nabi Yunus AS diterima oleh Allah SWT.
Hari Asyura membawa rangkaian peristiwa yang menegaskan kebesaran Allah SWT. Dari penciptaan langit hingga pengampunan Nabi Adam, semua menandakan bahwa hari ini memiliki nilai spiritual yang tinggi. Puasa Asyura, dengan keutamaan menghapus dosa setahun yang lalu, menjadi cara praktis bagi umat Islam untuk meraih kedekatan dengan Sang Pencipta. Melalui puasa, doa, sedekah, dan bacaan Al‑Qur’an, umat dapat mengekspresikan rasa syukur dan memperkuat iman. Dengan demikian, puasa Asyura tidak hanya sekadar amalan, melainkan juga sarana untuk memperbaiki diri dan memperdalam hubungan spiritual.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Syarifah Naura Juara Youth ESG Maritime 2026: Smart Bronjong
Polda Sumsel Luncurkan Latihan Senpi Musi 2026 Penegakan
XLSmart Luncurkan ESTA Ecosystem di Bravo 500 Summit 56 karakterك
Harga Emas Antam di Palembang Turun Rp 24.000, Ketiga Kali
KCL Singhasari Buka Pendaftaran MSc & MA Digital Futures
Satpol PP Badung Temukan Bangunan Kosong Anak Punk yang
200 Pemuda Desa Kunjungi Jepang, Dapat Pengalaman Praktis
