Quansah Dilarang Main Dua Laga Usai Kartu Merah
Gambar atau konten salah?
Bek Timnas Inggris, Jarell Quansah, harus menjalani skorsing dua pertandingan setelah menerima kartu merah saat melawan Meksiko di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Ia baru bisa kembali bermain jika Inggris berhasil mencapai final.
Insiden itu terjadi saat Inggris susah payah mengalahkan tuan rumah Meksiko dengan skor 3-2 di Stadion Azteca, pada Senin, 6 Juli. Quansah melakukan tekel berbahaya kepada Jesus Gallardo di babak kedua. Wasit langsung mengeluarkan kartu merah setelah memeriksa tayangan ulang.
Menurut laporan Sky Sports, Quansah menendang tulang kering Gallardo saat berusaha merebut bola. Tindakan itu dinilai melanggar pasal 14 kode etik FIFA tentang pelanggaran serius. Akibatnya, ia dihukum larangan bermain dua laga.
Sebelumnya, Quansah sudah dipastikan absen melawan Norwegia di babak perempat final pada Minggu, 12 Juli pukul 04.00 WIB. Dengan keputusan ini, ia juga tidak akan bermain jika Inggris lolos ke semifinal.
Artinya, Quansah baru bisa kembali tampil jika tim asuhan Thomas Tuchel melaju ke partai puncak pada Senin, 20 Juli mendatang. Absennya Quansah menjadi kerugian besar bagi Inggris, mengingat stok bek kanan yang terbatas.
Reece James belum tampil lagi sejak mengalami cedera hamstring di laga fase grup melawan Ghana. Sementara itu, Djed Spence juga sempat cedera dan baru dinyatakan fit sebagai pemain pengganti saat melawan Meksiko. Ia masuk pada pertengahan babak kedua.
Dengan dua bek kanan utama yang cedera, Inggris harus mengandalkan pemain lain di posisi tersebut. Situasi ini membuat skorsing Quansah semakin memberatkan perjuangan The Three Lions di turnamen ini.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
