Dua Aparat Gugur Selamatkan Siswi Tenggelam di Tual

Eko P. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Dua Aparat Gugur Selamatkan Siswi Tenggelam di Tual

Gambar atau konten salah?

Sebuah peristiwa tragis terjadi di Kota Tual, Maluku, pada Minggu, 21 Juni 2026. Dua orang aparat negara, seorang anggota polisi dan seorang prajurit TNI, gugur setelah berusaha menyelamatkan seorang pelajar SMP yang tenggelam di perairan Pantai Nirun Lear Ngursoin.

Kejadian bermula sekitar pukul 14.40 WIT. Opy Hanubun (16), seorang siswi SMP, sedang berkunjung ke pantai tersebut bersama teman-teman dan gurunya. Mereka berada di kawasan wisata yang terletak di Kecamatan Kei Kecil Selatan. Saat itu, Opy terpisah dari gurunya. Tanpa diduga, ia melompat ke arah laut.

"Opy Hanubun kemudian tiba-tiba melompat dari tebing ke laut. Tidak berselang lama, korban terlihat kesulitan berenang dan berteriak meminta pertolongan," kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Rositah Umasugi, kepada wartawan pada Senin, 22 Juni 2026.

Teriakan histeris Opy langsung menarik perhatian pengunjung pantai. Di antara mereka yang mendengar adalah Briptu Nanda Tutupoho, seorang anggota polisi dari Polda Maluku, dan Serda Rangga S, seorang prajurit TNI Angkatan Udara dari Lanud Dumatubun. Keduanya kebetulan berada di lokasi kejadian pada saat itu.

Tanpa berpikir panjang, Briptu Nanda dan Serda Rangga langsung berenang menerjang air laut untuk menolong Opy. "Tanpa ragu, keduanya lantas terjun ke laut untuk memberikan pertolongan. Namun kondisi perairan sedang ombak besar dan arus yang kuat mengakibatkan keduanya terseret arus di area tebing pantai," jelas Rositah.

Warga yang menyaksikan kejadian mencekam itu bergerak cepat. Mereka berusaha mengevakuasi Opy yang tenggelam. Setelah itu, giliran Briptu Nanda dan Serda Rangga yang juga berhasil dievakuasi, meskipun sempat terseret arus laut yang ganas.

Proses evakuasi berlangsung dramatis. Sebuah video yang direkam oleh warga di lokasi menunjukkan sedikitnya 11 orang pengunjung, pria dan wanita, bahu-membahu mengevakuasi kedua aparat tersebut. Mereka tampak berjuang keras menarik tubuh Briptu Nanda dari terpaan ombak besar, lalu membawanya ke daratan untuk diberikan pertolongan pertama.

Di sisi lain, tiga orang pria terlihat saling bergandengan tangan menerobos ombak besar untuk menolong Serda Rangga. Warga sempat kesulitan membantu Serda Rangga karena area perairan dikelilingi oleh tebing batu yang terjal.

Ketiga korban, yaitu Opy, Briptu Nanda, dan Serda Rangga, kemudian dievakuasi ke Puskesmas Danar untuk mendapatkan pertolongan medis. "Sekitar pukul 15.00 WIT, Serda Rangga dinyatakan meninggal dunia setelah tiba di Puskesmas Danar," ungkap Rositah.

"Sementara Briptu Nanda Tutupoho sempat mendapatkan penanganan medis dan dirujuk menggunakan ambulans ke RS Karel Sadsuitubun Langgur. Dalam perjalanan, Briptu Nanda dinyatakan meninggal dunia," tambahnya.

Rositah menegaskan bahwa peristiwa ini merupakan potret nyata dari solidaritas dan semangat kemanusiaan yang tinggi dari aparat negara. Meskipun taruhannya adalah nyawa mereka sendiri, aksi heroik ini berakhir dengan gugurnya kedua prajurit terbaik tersebut.

"Korban yang gugur dalam peristiwa tersebut adalah Briptu Nanda Tutupoho, anggota Polda Maluku, dan Serda Rangga S, prajurit TNI Udara dari Lanud Dumatubun," jelasnya.

"Keberanian Briptu Nanda Tutupoho dan Serda Rangga menjadi bukti bahwa nilai kemanusiaan, pengabdian, dan keberanian tetap hidup dalam setiap tugas yang dijalankan aparat negara," imbuhnya.

Kisah ini menunjukkan bahwa dalam situasi genting, naluri untuk menolong sesama bisa mengalahkan pertimbangan akan keselamatan diri sendiri. Briptu Nanda dan Serda Rangga tidak ragu bertindak, meskipun mereka tahu risiko yang dihadapi. Perairan dengan ombak besar dan arus kuat di sekitar tebing menjadi tantangan yang tidak bisa mereka atasi. Kehilangan dua aparat negara ini menjadi duka mendalam bagi keluarga, rekan, dan masyarakat yang menyaksikan keberanian mereka.

polisiTNItenggelamevakuasiombak besargugurPantai Nirun Lear

Komentar

Memuat komentar...