Raphinha Tegaskan Ref Merugikan Barcelona di Liga Champions
Gambar atau konten salah?
Barcelona – Winger Raphinha menilai keputusan wasit di perempatfinal Liga Champions sangat merugikan timnya. Pada 14 April 2024, Atletico Madrid mengalahkan Barcelona dengan agregat 2–3 setelah kemenangan 2–1 di leg pertama. Tim Barcelona bermain dengan sepuluh pemain sejak kartu merah Eric Garcia di babak kedua.
Raphinha, yang masih dipaksa bermain karena cedera yang dialaminya di periode internasional, mengungkapkan kemarahannya. “Menurutku, kami dirampok,” ceplos Raphinha kepada TNT Brasil. “Aku enggak mau membicarakan tentang kepemimpinan wasit, tapi kami tadi bermain dengan sangat baik.”
Ia menambahkan, “Mereka tadi melakukan entah seberapa banyak pelanggaran, dan si wasit bahkan tidak mencabut satu pun kartu kuning buat mereka.” Raphinha menilai kepemimpinan wasit “sangat buruk di semua keputusan yang dia ambil.” Ia bertanya, “Apa yang sangat ingin kupahami adalah, berdasarkan kriteria apa wasit memimpin pertandingan Barca?”
Raphinha menekankan, “Aku benar-benar ingin memahami rahasia di belakang ketakutan yang menghantui orang-orang ini jika Barca lolos.” Ia menilai bahwa dua pertandingan berturut‑turut dengan kartu merah bagi pemain Barcelona tidak wajar. “Ya, kita semua memang manusia biasa yang bisa membuat kesalahan di dalam suatu pertandingan, itu adalah sesuatu yang aku mengerti. Namun, terjadi di dua pertandingan berturut‑turut? Ini tidak wajar,” ia tambah setelah Barcelona tersingkir.
Insiden pertama terjadi di leg pertama, ketika Pau Cubarsi dikartu merah karena dianggap melakukan pelanggaran orang terakhir. Kontroversi ini memicu pro dan kontra di kalangan penggemar. Dengan dua kartu merah berturut‑turut, Barcelona menghadapi tantangan besar dalam menyesuaikan strategi dan menahan tekanan lawan.
Keputusan wasit, kartu merah, dan reaksi pemain menandai momen penting dalam perjalanan Barcelona di Liga Champions. Penilaian Raphinha menyoroti ketidakpuasan terhadap pengelolaan pertandingan dan menambah ketegangan di kalangan pendukung.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Mourinho Jadi Pelatih Real Madrid, Bek Konate & Dumfries
Timnas U‑19 Siap Hadapi Timor Leste, Kaka Fokus Evaluasi
Malaysia Pemenang Piala Dunia 2026, Indonesia Hanya Putros
Riquelme Tantang Perez: Janji Haaland & Beban Anggota
Messi Terima Penghargaan Putri Asturias di Kansas City
Garuda Muda vs Timor Leste: Piala AFF 2026 di Sumut
Berita Terbaru
Kari Minang Depok, Gyudon Jakarta, Diet Rendah Sodium Jadi Tren
Mourinho Jadi Pelatih Real Madrid, Bek Konate & Dumfries
Rupiah Menembus Rp 18.000 Pagi Saat Dolar Tembus 18k Indonesia
PINDEX 2026: Pertamina Patra Niaga Pamer Teknologi Energi
IHSG Turun 4,15% Menembus Support 5.735, Investor Khawatir
Harga Emas Antam 24K Turun Rp15.000 per Gram di Bursa
