Renungan Katolik: Percaya pada Tuhan sebagai Perisai Hidup

Tika M. · 4 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Renungan Katolik: Percaya pada Tuhan sebagai Perisai Hidup

Gambar atau konten salah?

Renungan harian Katolik menjadi cara bagi umat untuk memulai hari dengan merenungkan firman Tuhan. Lewat permenungan Kitab Suci, setiap orang diajak menemukan kekuatan, penghiburan, dan arah dalam menghadapi tantangan hidup sehari-hari. Renungan ini juga membantu umat semakin peka terhadap penyelenggaraan Tuhan yang bekerja dalam setiap peristiwa hidup.

Renungan Selasa, 7 Juli 2026 mengajak umat untuk memperbarui kepercayaan kepada Tuhan sebagai sumber kekuatan dan perlindungan. Terutama ketika menghadapi ketakutan, kecemasan, maupun berbagai pergumulan hidup.

Bacaan I: Hos 8:4-7.11-13

Mereka telah mengangkat raja, tetapi tanpa persetujuan-Ku; mereka mengangkat pemuka, tetapi dengan tidak setahu-Ku. Dari emas dan peraknya mereka membuat berhala-berhala bagi dirinya sendiri, sehingga mereka dilenyapkan. Aku menolak anak lembumu, hai Samaria; murka-Ku menyala terhadap mereka! Sampai berapa lama tidak dapat disucikan, orang-orang Israel itu? Itu dibuat oleh tukang, dan itu bukan Allah! Sungguh, akan menjadi serpih anak lembu Samaria itu!

Sebab mereka menabur angin, maka mereka akan menuai puting beliung; gandum yang belum menguning tidak ada pada mereka; tumbuh-tumbuhan itu tidak menghasilkan tepung; dan jika memberi hasil, maka orang-orang lain menelannya. Sungguh, Efraim telah memperbanyak mezbah; mezbah-mezbah itu menjadikan mereka berdosa. Sekalipun Kutuliskan baginya banyak pengajaran-Ku, itu akan dianggap mereka sebagai sesuatu yang asing. Mereka mencintai korban sembelihan; mereka mempersembahkan daging dan memakannya; tetapi TUHAN tidak berkenan kepada mereka. Sekarang Ia akan mengingat kesalahan mereka dan akan menghukum dosa mereka; mereka harus kembali ke Mesir!

Mazmur Tanggapan: Mzm 115:3-4.5-6.7ab.9-10

Allah kita di sorga; Ia melakukan apa yang dikehendaki-Nya! Berhala-berhala mereka adalah perak dan emas, buatan tangan manusia, mempunyai mulut, tetapi tidak dapat berkata-kata, mempunyai mata, tetapi tidak dapat melihat, mempunyai telinga, tetapi tidak dapat mendengar, mempunyai hidung, tetapi tidak dapat mencium, mempunyai tangan, tetapi tidak dapat meraba-raba, mempunyai kaki, tetapi tidak dapat berjalan, dan tidak dapat memberi suara dengan kerongkongannya. Seperti itulah jadinya orang-orang yang membuatnya, dan semua orang yang percaya kepadanya. Hai Israel, percayalah kepada TUHAN! Dialah pertolongan mereka dan perisai mereka. Hai kaum Harun, percayalah kepada TUHAN! Dialah pertolongan mereka dan perisai mereka.

Bacaan Injil: Mat 9:32-38

Sedang kedua orang buta itu keluar, dibawalah kepada Yesus seorang bisu yang kerasukan setan. Dan setelah setan itu diusir, dapatlah orang bisu itu berkata-kata. Maka heranlah orang banyak, katanya: "Yang demikian belum pernah dilihat orang di Israel." Tetapi orang Farisi berkata: "Dengan kuasa penghulu setan Ia mengusir setan."

Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala. Maka kata-Nya kepada murid-murid-Nya: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu."

Hai Israel, percayalah kepada TUHAN! Dialah pertolongan mereka dan perisai mereka (Mzm 115:9).

Pemazmur hari ini mengajak kita menaruh kepercayaan penuh kepada Tuhan. Sebab Dialah penolong dan perisai kita. Di tengah berbagai pergumulan hidup — bencana, kecelakaan, kesulitan lainnya — kita sering merasa takut dan khawatir.

Firman Tuhan mengingatkan bahwa kita tidak berjalan sendiri. Ia adalah Allah yang setia menyertai kita dalam suka dan duka. Ia tidak pernah terlambat menolong kita. Pertolongan-Nya tidak pernah gagal. Karena itu, kita harus senantiasa hidup dalam kepercayaan akan kasih setia-Nya. Bukan hidup dalam ketakutan dan kekhawatiran.

Ketakutan dan kekhawatiran tidak mendatangkan kebaikan apapun. Ketika kita dikuasai rasa takut, cemas, dan khawatir, saat itulah kita menjauh dari Tuhan. Kita akan semakin hidup dalam kegelapan, keputusasaan, dan tenggelam dalam dunia kita sendiri. Kita tidak dapat melihat kasih penyelenggaraan Tuhan. Sudahkah hari ini kita menaruh kepercayaan kepada Tuhan dan membiarkan hidup kita dibimbing oleh kasih-Nya?

Tuhan, berilah kami rahmat-Mu agar senantiasa percaya akan kasih setia-Mu dalam hidup kami. Amin.

Sumber: Buku renungan harian "SABDA KEHIDUPAN"

Oleh: Lusia Chika

Doa Penutup

Ya Bapa yang Mahabaik, kami bersyukur karena Engkau selalu menjadi pertolongan dan perisai bagi setiap anak-Mu. Di saat kami diliputi rasa takut, cemas, dan khawatir, ajarlah kami untuk tetap menaruh harapan kepada-Mu dan percaya bahwa Engkau tidak pernah meninggalkan kami. Kuatkan iman kami agar tidak mudah goyah oleh berbagai persoalan hidup. Bukalah hati kami untuk melihat penyertaan-Mu dalam setiap peristiwa dan mampukan kami berjalan dengan penuh pengharapan, karena kasih setia-Mu tidak pernah berkesudahan. Bimbinglah kami agar senantiasa hidup menurut kehendak-Mu, menjadi pembawa damai bagi sesama, serta tetap setia bersandar pada pertolongan-Mu dalam segala keadaan. Sebab hanya kepada-Mulah kami menaruh harapan dan menyerahkan seluruh hidup kami. Doa ini kami sampaikan kepada-Mu melalui pengantaraan Tuhan kami Yesus Kristus yang berkuasa dahulu, sekarang, dan sepanjang masa. Amin.

Pesan inti dari renungan hari ini sederhana: kepercayaan kepada Tuhan adalah perisai. Ketika ketakutan datang, imanlah yang menopang. Bukan kekuatan sendiri. Bukan berhala buatan tangan manusia. Tapi Tuhan yang hidup. Pemazmur menegaskan hal itu. Yesus dalam Injil juga menunjukkan belas kasih-Nya kepada orang banyak yang lelah dan terlantar. Ia mengusir setan, menyembuhkan orang bisu. Ia melihat kebutuhan umat-Nya. Dan Ia mengajak murid-murid-Nya untuk berdoa meminta pekerja bagi tuaian yang banyak. Ini pengingat bahwa pertolongan Tuhan nyata. Tapi kita juga dipanggil untuk menjadi bagian dari pertolongan itu bagi sesama.

renungan harian katolikkepercayaan kepada tuhanpertolongan tuhanperisai hidupbacaan injilmazmur tanggapanpenghiburan iman

Komentar

Memuat komentar...