Irwan Hidayat Yakin Rawa Pening Bisa Jadi Wisata Unggulan

Hari W. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Irwan Hidayat Yakin Rawa Pening Bisa Jadi Wisata Unggulan

Gambar atau konten salah?

Selama lebih dari sepuluh tahun, Presiden Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat, mencurahkan perhatiannya pada kondisi Danau Rawa Pening di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Ia melakukan berbagai kajian dan riset karena yakin danau yang kini dipenuhi eceng gondok itu memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata unggulan.

Irwan menyebutkan, luas Rawa Pening mencapai sekitar 2.800 hektare. Namun, sekitar 70 persen permukaannya kini tertutup eceng gondok. Kondisi ini menyebabkan sedimentasi, menurunkan kadar oksigen terlarut dalam air, dan mengganggu ekosistem danau.

"Kalau eceng gondok itu bisa dibersihkan dan sedimentasinya dikeruk, saya yakin Rawa Pening bakal menjadi tempat wisata. Pada gilirannya juga akan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat," kata Irwan dalam program Leader Talk, Jumat 03 Juli 2026.

Ia menilai penyelamatan Rawa Pening tidak hanya penting untuk pariwisata, tetapi juga untuk menjaga ketersediaan sumber daya air di tengah ancaman perubahan iklim dan fenomena El Nino. "Air itu lebih berharga daripada minyak," ujarnya.

Irwan mengungkapkan, pendangkalan Rawa Pening sudah berlangsung puluhan tahun. Berdasarkan data yang ia peroleh, pada tahun 1998 kedalaman danau masih sekitar 15 meter. Kini, kedalamannya diperkirakan tinggal sekitar 3 meter akibat sedimentasi yang terus terjadi.

Ia menilai salah satu penyebabnya adalah erosi dari kawasan lereng di sekitar danau. Saat musim hujan, tanah terbawa aliran air dan mengendap di dasar Rawa Pening, sehingga mempercepat pendangkalan.

Karena itu, menurut Irwan, pengembangan pariwisata bisa menjadi bagian dari solusi. Kehadiran destinasi wisata diyakini mampu menciptakan lapangan kerja baru, sehingga masyarakat memiliki alternatif mata pencaharian selain menggarap lahan di lereng perbukitan yang berpotensi memperparah sedimentasi.

"Kalau warga bisa bekerja di sektor wisata dengan penghasilan yang lebih baik, pemerintah juga akan lebih mudah melakukan penataan kawasan," ujarnya.

Selama sekitar satu dekade terakhir, Irwan bersama tim riset dan pengembangan (R&D) Sido Muncul juga mengembangkan berbagai teknologi untuk membantu memulihkan kondisi Rawa Pening. Salah satunya adalah memanfaatkan eceng gondok menjadi wood pellet sebagai bahan bakar biomassa yang digunakan dalam proses produksi jamu.

Tak hanya itu, lumpur hasil sedimentasi juga diteliti agar dapat dimanfaatkan menjadi briket bahan bakar maupun media tanam jamur dan tanaman hias. Menurut Irwan, pendekatan ini diharapkan mampu mengurangi penumpukan eceng gondok dan sedimentasi sekaligus memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Sido Muncul juga menawarkan bantuan berupa unit pengolahan lumpur rawa menjadi briket bahan bakar serta mesin pengeruk eceng gondok dengan kapasitas sekitar satu hektare per hari.

Bagi Irwan, penyelamatan Rawa Pening bukan semata-mata persoalan lingkungan. Jika dikelola dengan baik, danau itu berpeluang berkembang menjadi destinasi wisata alam unggulan di Jawa Tengah yang mampu menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.

Selama bertahun-tahun, eceng gondok dan sedimentasi telah menjadi masalah utama di Rawa Pening. Upaya yang dilakukan Irwan dan Sido Muncul menunjukkan bahwa pemulihan danau tidak hanya bergantung pada pembersihan eceng gondok, tetapi juga pada pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai ekonomi. Pendekatan ini menawarkan solusi yang berkelanjutan, di mana masalah lingkungan justru bisa menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.

Rawa Peningeceng gondoksedimentasipariwisataIrwan HidayatSido Munculbiomassaekonomi

Komentar

Memuat komentar...