393 Mahasiswa UMI Diberangkatkan KKN di Bantaeng

Agus P. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
393 Mahasiswa UMI Diberangkatkan KKN di Bantaeng

Gambar atau konten salah?

Sebanyak 393 mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) resmi diberangkatkan untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Angkatan 77. Mereka akan mengabdi di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, selama satu bulan penuh. Para mahasiswa ini akan tersebar di 19 desa yang berada di dua kecamatan.

Prosesi pelepasan berlangsung di Auditorium Al Jibra Kampus II UMI, yang terletak di Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, pada Senin, 06 Juli 2026. Acara ini dipimpin langsung oleh Rektor UMI, Prof Hambali Thalib. Ia didampingi oleh Ketua Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat (LPkM) UMI, Prof Baharuddin Semmaila, Sekretaris LPkM Ansyariah, dan Kepala Pusat KKN Imaduddin.

Dalam sambutannya, Prof Hambali Thalib menekankan satu hal penting kepada para mahasiswa. Ia meminta mereka untuk selalu menjaga nama baik almamater selama berada di lokasi pengabdian. Menurut sang rektor, setiap mahasiswa adalah wajah UMI di tengah masyarakat. Oleh karena itu, mereka harus mampu membangun komunikasi yang baik dan memberikan manfaat yang nyata.

"Saya berharap anandaku semua menjaga nama baik almamater kita di mana pun dan kapan pun. Berkomunikasi dan berinteraksilah dengan baik sehingga masyarakat merasa terbantu dengan pikiran, gagasan, serta karya nyata yang kalian hadirkan selama KKN," ujar Hambali dalam keterangannya pada hari yang sama.

Program KKN ini akan berjalan mulai 06 Juli hingga 06 Agustus 2026. Selama periode tersebut, para mahasiswa tidak akan sendirian. Mereka akan didampingi oleh 19 dosen pembimbing yang tersebar di setiap desa lokasi penempatan.

Tema besar yang diusung pada KKN Tematik Angkatan 77 kali ini cukup panjang. Temanya adalah 'Penguatan Ketahanan Wilayah Berbasis Inovasi, Teknologi Tepat Guna, dan Pemberdayaan Potensi Lokal Menuju Desa Tangguh, Mandiri, dan Berkelanjutan'. Lewat tema ini, program KKN diharapkan bisa menjadi ruang kolaborasi nyata antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat. Tujuannya untuk menjawab kebutuhan pembangunan di desa-desa.

Hambali juga mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan KKN tidak hanya dari selesainya program kerja. Menurutnya, ada dua hal lain yang tak kalah penting. Pertama, dampak yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Kedua, kekompakan antar sesama mahasiswa selama menjalankan tugas.

"Bersikap, berperilaku, dan berkomunikasilah dengan mencerminkan visi UMI yang berilmu amaliah, beramal ilmiah, berakhlakul karimah, dan berdaya saing tinggi. KKN adalah kerja kolaboratif, sehingga keberhasilannya ditentukan oleh kekompakan tim dan kontribusi nyata yang diberikan kepada masyarakat," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Hambali juga menyinggung hubungan kerja sama antara UMI dengan Pemerintah Kabupaten Bantaeng. Hubungan ini disebutnya terus berkembang. Bantaeng tidak hanya menjadi lokasi KKN, tetapi juga menjadi salah satu daerah pengembangan kampus UMI ke depannya.

Sementara itu, Ketua LPkM UMI, Prof Baharuddin Semmaila, memberikan penjelasan lebih lanjut. Ia mengatakan tema KKN tahun ini sengaja dipilih agar pengabdian mahasiswa tidak bersifat seremonial belaka. Mahasiswa didorong untuk menghadirkan solusi yang bisa dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan, bukan hanya program yang selesai begitu saja.

"Melalui KKN Tematik ini, kami ingin mahasiswa tidak hanya belajar dari masyarakat, tetapi juga mampu menghadirkan solusi yang memberikan nilai tambah bagi desa. Program-program yang dijalankan diharapkan dapat memperkuat ketahanan wilayah, mengoptimalkan potensi lokal, serta mendukung terwujudnya desa yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan," ungkap Baharuddin.

Menurut penjelasannya, para mahasiswa akan diarahkan untuk mengidentifikasi potensi yang ada di setiap desa. Setelah itu, mereka akan menyusun program berdasarkan kebutuhan masyarakat setempat. Ia berharap kolaborasi antara UMI dan Pemerintah Kabupaten Bantaeng bisa terus memberikan manfaat bagi pembangunan desa-desa di wilayah tersebut.

Program KKN ini menjadi salah satu bentuk pengabdian langsung perguruan tinggi kepada masyarakat. Dengan tema yang berfokus pada inovasi dan teknologi tepat guna, mahasiswa diharapkan bisa menjadi jembatan antara pengetahuan akademik dan kebutuhan riil di lapangan. Selama sebulan ke depan, 393 mahasiswa akan tinggal dan bekerja bersama warga di 19 desa, membawa gagasan dan semangat perubahan dari kampus.

KKN TematikUMIBantaengPengabdian MasyarakatDesa TangguhInovasiPotensi Lokal

Komentar

Memuat komentar...