Ribuan Buruh Palembang Tegaskan Tuntutan Ketenagakerjaan
Gambar atau konten salah?
Ribuan buruh menurunkan tongkat dan lencana di depan DPRD Sumatera Selatan, Palembang, pada 01 Mei 2026. Aksi ini menjadi pusat peringatan May Day di kota tersebut, di mana para pekerja menyiapkan tenda dan rambu-rambu di lapangan.
Para demonstran tiba pukul 15.45 WIB menggunakan sepeda motor, mobil, dan bus. Setelah mendarat, mereka berkumpul di tengah lapangan, menunggu konvoi menuju gedung DPRD. Tenda-tenda yang sudah dipasang di sekitar area menjadi tempat berlindung bagi para buruh.
Sebelum menuju DPRD, mereka bersatu di Benteng Kuto Besak (BKB). Dari sana, konvoi melaju dengan pengawalan polisi dan kendaraan komando. Lalu lintas di sekitar menjadi padat, dan kendaraan berjalan lambat karena kepadatan demonstran.
“Kita langsung menuju DPRD Sumsel untuk pusat aksi May Day di Sumsel. Kita tidak jadi ke Kantor Gubernur Sumsel,” ujar Humas Kasbi Sumsel Cerah Buana, Junat. Ia menjelaskan bahwa pusat aksi di DPRD dipilih karena Gubernur Sumsel juga berada di lokasi tersebut.
Para buruh menyiapkan sejumlah tuntutan yang akan disampaikan saat aksi. Berikut daftar utamanya:
- Disahkannya UU Ketenagakerjaan yang baru.
- Menuntut HOSTUM (hapus outsourcing tolak upah murah).
- Reformasi pajak: hapus pajak THR, bonus tahunan, JHT, pensiun, dan pajak-pajak lain yang dikenakan pada buruh.
- Pembentukan dewan pengupahan di semua kabupaten/kota Sumsel.
- Pembayaran hak-hak PHK bagi pekerja yang diberhentikan.
- Penuntasan seluruh kasus pelanggaran hak normatif pekerja yang belum terselesaikan di Sumsel.
- Sanksi tegas dari pegawai pengawas ketenagakerjaan dan penyidik PNS Disnakertrans Sumsel terhadap oknum pengusaha yang melanggar hak normatif.
- Penghentian atau pencopotan jabatan pejabat Disnakertrans Sumsel yang tidak menjalankan tugasnya sesuai hukum.
Demonstran berharap pemerintah dapat mendengarkan dan menindaklanjuti tuntutan tersebut. Aksi ini menegaskan keinginan buruh untuk mendapatkan perlindungan hukum dan hak-hak yang layak.
Dengan ribuan peserta dan tuntutan yang jelas, aksi May Day di Palembang menandai upaya kolektif buruh Sumatera Selatan untuk memperjuangkan kebijakan ketenagakerjaan yang lebih adil dan transparan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
FESyar Sumatera 2026: Festival Ekonomi Syariah Palembang
Harga Emas Antam Palembang Turun Rp2,759.000 per Gram
Periksa Status PIP Juni 2026: Cek Online NISN & NIK
Damri: Rute Bus Palembang–Lampung, Harga Rp 200–228 Ribu
Sumsel Hormati Keputusan Presiden Makan Bergizi Gratis
PPPK Boleh Dapat Gaji ke-13 2026, Besar Sesuai Masa Kerja
Berita Terbaru
Pencarian Faiz Hidayat 23 Tahun di Gunung Seulawah Berlanjut
Rupiah Rp18.000/dolar, Siapkan Barter Filipina Indonesia
Jembatan Batang A: Lalu Lintas Satu Lajur, Rute Alternatif
Gubernur Jateng Atur Ulang Anggaran 2026 untuk Perbaikan Jalan
Slamet Santoso Resmi Bergabung Sokol Pyrzyce, Klub Polandia
Delapan Kabupaten Jatim Siaga Darurat Kekeringan Surabaya
Ronaldo Usia 41 Tahun Siap Menjuarai Piala Dunia 2026
