Rosan Roeslani Gaet Investor China untuk Aspal Buton hingga Mobil Listrik

Ayu W. · 3 min baca · 1 jam lalu · 19 dibaca
Bisik.id
Rosan Roeslani Gaet Investor China untuk Aspal Buton hingga Mobil Listrik

Gambar atau konten salah?

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan P. Roeslani, melakukan serangkaian pertemuan dengan pimpinan sejumlah perusahaan di Shanghai, China pada 22 Oktober 2026 dan 23 Oktober 2026. Pertemuan-pertemuan ini merupakan bagian dari upaya mempercepat program prioritas nasional. Cakupannya meliputi industri otomotif dan kendaraan listrik, program Waste-to-Energy (WtE) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GW, hilirisasi Aspal Buton, serta penguatan industri tekstil.

"Kami ingin menerjemahkan peluang kerja sama investasi menjadi rencana implementasi yang konkret, mulai dari kapasitas produksi dan teknologi, pengembangan industri di dalam negeri, hingga tindak lanjut komersial bersama pemangku kepentingan terkait dan Danantara Indonesia," ujar Rosan dalam keterangan tertulis pada Rabu, 28 Oktober 2026.

Beberapa penjajakan yang dilakukan mencakup investasi hilirisasi aspal Buton, penguatan industri tekstil dalam negeri, program Waste-to-Energy, hingga industri otomotif dan kendaraan listrik. Berikut rincian investasi yang dibahas:

1. Hilirisasi Aspal Buton

Xi'an Zhongli Asphalt Co., Ltd. menyampaikan rencana investasi untuk membangun pabrik aspal berbasis Aspal Buton. Pabrik ini direncanakan memiliki kapasitas produksi 600.000 ton per tahun. Nilai investasinya sekitar US$ 60 juta atau sekitar Rp 1,09 triliun (dengan kurs Rp 18.183). Lokasi pabrik direncanakan berada di Pulau Jawa. Rosan menyebut investasi tersebut akan dilakukan secara bertahap hingga mencapai kapasitas penuh. Tujuannya adalah untuk substitusi impor aspal minyak sekaligus untuk ekspor.

2. Penguatan Industri Tekstil dan Kesiapan Implementasi IEU-CEPA

Rosan bertemu dengan H&M Group yang berasal dari Swedia dan sembilan mitra rantai pasoknya yang berasal dari China dan Hong Kong. Para mitra ini berinvestasi pada sembilan pabrik baru di Jawa. Cakupan investasinya meliputi pencelupan benang, tenun, rajut, penyempurnaan, dan garmen. H&M menyatakan kesiapan untuk menjadi role model dalam penerapan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA) bagi merek fesyen Eropa. Para mitra juga menyampaikan sejumlah hal terkait kemudahan perizinan dan akses energi hijau. Hal-hal ini akan ditindaklanjuti oleh Kementerian bersama instansi terkait.

3. Program Waste-to-Energy dan PLTS 100 GW

Weiming Environment Protection, yang merupakan mitra pengembang Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Bali (Denpasar Raya) dan Bogor Raya dalam program WtE nasional, melaporkan perkembangan terbaru. Konstruksi sipil kedua proyek sebagian besar telah selesai. Progresnya kini memasuki tahap pemasangan peralatan. Targetnya, kedua proyek ini beroperasi pada 2027. Weiming juga tengah membangun pabrik peralatan PLTSa di Cilegon, Banten. Pabrik ini ditargetkan berproduksi pada 2027 untuk memperkuat kandungan lokal program WtE. Selain itu, Weiming juga menyampaikan minat untuk berinvestasi 1 GW dalam program PLTS 100 GW. Rosan juga bertemu dengan Chairman Tsingshan Group, Xiang Guangda. Pertemuan ini membahas tindak lanjut investasi Tsingshan di Indonesia, termasuk pengembangan kawasan industri Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) di Maluku Utara.

4. Industri Otomotif dan Kendaraan Listrik

Rosan dan Geely Auto Group membahas peluang kerja sama untuk pengembangan industri otomotif dan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Rosan menyebut pihaknya akan menindaklanjuti seluruh penjajakan ini bersama perusahaan dan kementerian/lembaga terkait. Tujuannya agar rencana-rencana tersebut dapat segera terealisasi. Hal ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi peningkatan kapasitas industri nasional, penguatan rantai pasok dalam negeri, substitusi impor, penciptaan lapangan kerja, serta perluasan pasar ekspor Indonesia.

Rangkaian pertemuan di Shanghai ini menunjukkan upaya pemerintah untuk menarik investasi di berbagai sektor strategis. Fokusnya tidak hanya pada nilai investasi, tetapi juga pada pengembangan industri dalam negeri dan penguatan rantai pasok. Dari hilirisasi sumber daya alam seperti aspal Buton hingga pengembangan energi terbarukan dan industri kendaraan listrik, semua bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan daya saing Indonesia di pasar global.

investasihilirisasiotomotifkendaraan listrikWaste-to-Energyindustri tekstilAspal Buton

Komentar

Memuat komentar...