Rosan Yakin Investor Masih Percaya pada Indonesia
Gambar atau konten salah?
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM, Rosan Roeslani, menyatakan keyakinannya bahwa kepercayaan investor terhadap Indonesia masih berada di level yang sangat tinggi. Pernyataan ini disampaikan di tengah sorotan serius dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap pasar modal Indonesia.
"Alhamdulillah dari segi realisasi investasi di Indonesia, itu masih bisa berjalan dengan sangat baik dan kepercayaan para investor terhadap Indonesia masih sangat tinggi," ujar Rosan dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin Indonesia di Hotel Borobudur, Jakarta, pada Kamis, 29 Oktober 2026.
Menurut Rosan, tingginya kepercayaan itu tercermin dari realisasi investasi selama periode triwulan IV-2024 hingga triwulan III-2026. Angkanya mencapai Rp 3.923,2 triliun. Itu terjadi di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
"Jadi bukan sifatnya MoU atau kesepakatan terus dicatatkan, bukan sama sekali. Jadi angka-angka ini adalah angka-angka yang real, yang bisa dipertanggungjawabkan 100%," tegas Rosan.
Ia juga mengungkapkan target investasi untuk lima tahun pemerintahan Prabowo ke depan. Targetnya mencapai Rp 13.032 triliun. Jumlah ini melonjak signifikan jika dibandingkan realisasi investasi selama 10 tahun terakhir, dari 2014 hingga 2024, yang tercatat sebesar Rp 9.100 triliun.
"Dalam lima tahun terakhir diharapkan akan mencapai Rp 13.032 triliun. Jadi peningkatan yang memang sangat signifikan," imbuhnya.
Rosan menjelaskan, realisasi investasi yang positif ini tidak lepas dari kondisi politik, keamanan, dan iklim investasi di Indonesia yang dinilai stabil. Investor, menurutnya, merasa yakin bahwa berinvestasi di Indonesia penuh dengan kepastian.
"Itu menjadi hal yang sangat penting. Baik stabilitas politik, stabilitas keamanan, juga stabilitas dari iklim investasi di Indonesia, itu yang pertama. Kedua, mereka juga tentunya pada saat berinvestasi, istilahnya we don't like surprises. Kita tidak suka ada hal-hal yang sifatnya tanpa kita bisa prediksi, semuanya inginnya terukur, terstruktur dan penuh dengan kepastian, tidak ada kejutan-kejutan dalam rangka kita berinvestasi," pungkasnya.
Pernyataan Rosan ini menunjukkan bahwa pemerintah mengklaim iklim investasi yang kondusif menjadi daya tarik utama. Angka realisasi investasi yang disebutkannya, baik yang sudah terjadi maupun yang ditargetkan, menjadi bukti dari klaim tersebut. Target lima tahun yang melampaui capaian satu dekade sebelumnya menjadi indikator ambisiusnya kebijakan investasi ke depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Hashim Wanti 32,7 Juta Investor Kecewa Akibat Ancaman MSCI
IHSG Kembali Terpuruk ke Level 5.000
Pandu Saham Minoritas Supra Sekuritas Kena Sanksi OJK
OJK Rilis Peta Jalan Keuangan Berkelanjutan 2026-2030
Investor Asing Keluhkan Rencana MSCI Downgrade Pasar Modal RI
BI Tanggapi Ancaman MSCI, Rupiah Bisa Tertekan
