Rumor Beredar: Malut United dan Adhyaksa FC Berencana Ganti Nama dan Pindah Stadion

Fajar H. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Rumor Beredar: Malut United dan Adhyaksa FC Berencana Ganti Nama dan Pindah Stadion

Gambar atau konten salah?

Jakarta — Dua klub sepak bola Indonesia, Malut United dan Adhyaksa FC, menjadi pusat perhatian menjelang dimulainya Super League musim 2026/2027. Beredar kabar bahwa kedua tim ini berencana mengubah nama serta memindahkan stadion kandang mereka.

Menurut informasi yang beredar, Malut United disebut-sebut akan berganti nama menjadi Jateng United FC. Klub ini dikabarkan akan bermarkas di Stadion Jatidiri, yang berlokasi di Semarang, Jawa Tengah. Sementara itu, Adhyaksa FC dikabarkan akan memindahkan basisnya ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah, dengan menggunakan Stadion Tuah Pahoe sebagai kandang baru.

Bahkan, ada pula rumor yang menyebutkan bahwa Adhyaksa FC berpotensi mengubah namanya menjadi Persiter Ternate. Jika kabar ini benar, klub tersebut akan bermarkas di Stadion Gelora Kie Raha, yang berada di Ternate, Maluku Utara.

Meski kabar ini sudah hangat dibicarakan, Direktur Kompetisi I.League, Asep Saputra, memberikan pernyataan tegas. Ia mengatakan bahwa hingga saat ini, pihak operator kompetisi belum menerima pengajuan resmi dari kedua klub terkait perubahan nama atau pun pemindahan home base.

"Kalau secara spesifik memang kami belum mendapatkan sesuatu yang resmi. Namun memang ada satu surat yang ditembuskan kepada kami terkait perubahan tersebut," ujar Asep Saputra kepada para pewarta di Jakarta.

Asep menjelaskan, sebenarnya tidak ada larangan bagi setiap anggota PSSI untuk mengajukan perubahan identitas klub atau aspek organisasi lainnya. Setiap klub memiliki hak untuk melakukannya. Namun, proses tersebut harus mengikuti mekanisme yang sudah berlaku di lingkungan federasi sepak bola Indonesia.

Lebih lanjut, Asep Saputra juga mengungkapkan bahwa seluruh klub yang akan berpartisipasi di Super League 2026/2027 sudah melalui proses Club Licensing. Proses ini menjadi dasar untuk menentukan kelayakan sebuah klub mengikuti kompetisi pada musim depan.

Salah satu aspek yang paling penting dalam proses Club Licensing adalah infrastruktur. Termasuk di dalamnya adalah stadion yang diajukan sebagai kandang klub. Stadion yang sudah didaftarkan dalam siklus lisensi tahun 2026, yang berakhir pada bulan Mei lalu, menjadi acuan utama untuk keikutsertaan klub di musim mendatang.

Jika ada perubahan yang terjadi setelah lisensi diberikan, maka klub berpotensi menghadapi konsekuensi. Asep Saputra menjelaskan, "Kalau kita melihat regulasi Super League, salah satu konsekuensinya adalah potensi pengurangan dua poin."

Ia menambahkan, status lisensi klub diberikan berdasarkan lima aspek utama. Aspek-aspek tersebut adalah infrastruktur, finansial, legal, sporting, serta personnel and administration. Perubahan terhadap salah satu aspek tersebut, setelah lisensi diterbitkan, dapat memengaruhi status yang telah diberikan sebelumnya.

Singkatnya, meskipun kabar perubahan nama dan home base ini sudah ramai, semuanya masih sebatas rumor. Keputusan resmi dari operator kompetisi dan federasi masih dinanti. Proses administrasi dan regulasi yang ketat menjadi kunci utama bagi klub yang ingin melakukan perubahan besar.

Malut UnitedAdhyaksa FCSuper Leagueperubahan namastadion kandangJateng United FCPalangkarayaI.League

Komentar

Memuat komentar...