Runner's Trot: Tips Menjaga Bahu Perut Pelari Pemula di Lomba
Gambar atau konten salah?
Para pelari yang baru pertama kali ikut lomba jarak jauh seringkali mengalami masalah perut yang membuat mereka harus berhenti di tengah-tengah perlombaan. Fenomena ini, yang dikenal sebagai runner's trot atau exercise‑induced gastrointestinal distress, tidak hanya terjadi pada pelari profesional. Sekitar 30 hingga 50 persen pelari jarak jauh mengalami kondisi ini.
Menurut dr. Antonius Andi Kurniawan, SpKO, salah satu penyebab utama mules di tengah race adalah asupan makanan yang tidak tepat. Ia menekankan bahwa makanan yang dikonsumsi sebelum dan selama lomba harus sudah terbukti aman selama latihan. “Sebelum race, kurangi serat tinggi, sayur mentah, buah berserat tinggi, kacang‑kacangan. Makan 2‑3 jam sebelum start, jangan terlalu mepet,” ujarnya pada 28 April 2026.
Dr. Andi menambahkan, “Hanya konsumsi makanan yang sudah dicoba di training. Race day bukan waktu untuk eksperimen.” Ia juga menegaskan pentingnya hidrasi yang konsisten. “Selama race, hidrasi sesuai protokol yang sudah dilatih. Jangan tiba‑tiba ‘ngebut’ minum di water station karena panik.”
Di iklim tropis, keseimbangan elektrolit menjadi kunci. “Untuk pelari Indonesia perhatikan keseimbangan elektrolit di iklim tropis, isotonik lebih aman daripada air biasa untuk race panjang,” jelasnya. Ia juga menyarankan penggunaan gel atau fueling yang sudah ditoleransi di long run, dan menghindari produk baru pada hari H.
Dr. Andi menekankan bahwa kondisi ini bukan sekadar rasa tidak nyaman. “Runner's trot adalah kondisi medis yang nyata. Jika tidak diatasi, dapat mempengaruhi performa dan kesehatan pelari,” katanya. Ia menekankan bahwa pelari harus tetap tenang selama lomba. Menurutnya, ketegangan mental dapat memicu atau memperparah gejala mules.
Para pelari pemula seringkali tidak menyadari pentingnya persiapan makanan sebelum lomba. Banyak yang menganggap bahwa asupan makanan tidak akan memengaruhi performa mereka. Namun, fakta menunjukkan bahwa 30 hingga 50 persen pelari mengalami masalah ini, sehingga persiapan yang tepat dapat mengurangi risiko.
Kesimpulannya, persiapan makanan dan hidrasi yang konsisten, serta penggunaan produk yang sudah terbukti aman selama latihan, dapat membantu pelari menghindari mules di tengah lomba. Dengan mengikuti saran medis dan menjaga ketenangan, pelari dapat memaksimalkan performa mereka tanpa terganggu oleh masalah perut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Menyundul Bola Aman? Dokter Saraf Buka Suara
Rodri Bangkit dari Cedera Horor, Bawa Spanyol ke Final Piala Dunia
Hyrox Bukan Lari Biasa, Butuh Latihan Total Tubuh
Lamine Yamal Tumbuh 10 Cm dalam Setahun
Dokter: Risiko Cedera Hyrox Tak Main-Main
Tuchel Izinkan Pemain Bercinta, Dilarang Saat Hari Pertandingan
