Rupiah Menekan Biaya Produksi Manufaktur, Margin Tergerus
Gambar atau konten salah?
Shinta Kamdani, Ketua Umum Apindo, menegaskan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS semakin meresap ke dalam sektor manufaktur. Ia menyoroti bahwa sektor ini sangat rentan karena masih mengandalkan bahan baku dan barang antara impor.
Ketika rupiah melemah, harga bahan baku impor naik secara otomatis. Hal ini langsung meningkatkan biaya produksi perusahaan. Sebelumnya, dolar AS diperdagangkan di level Rp 18.000, namun kini sudah turun ke Rp 17.944.
“Tekanan terhadap rupiah ini juga sudah terjadi secara bertahap sejak awal tahun, sehingga dampaknya terhadap sektor riil kini semakin terasa,” kata Shinta saat dihubungi pada Rabu (10 Juni 2026). Ia menambahkan bahwa struktur produksi nasional masih memiliki ketergantungan yang cukup tinggi terhadap bahan baku dan barang antara impor, sekitar 70%.
Menurutnya, tekanan yang dihadapi industri tidak hanya berasal dari nilai tukar. Pelaku usaha juga harus menghadapi tingginya biaya logistik, energi, dan pembiayaan yang masih menjadi tantangan bagi dunia usaha. Kondisi ini terjadi di tengah biaya logistik, energi, dan pembiayaan yang masih relatif tinggi. “Jadi, yang dihadapi pelaku usaha saat ini bukan hanya tekanan nilai tukar, tetapi tekanan biaya berlapis atau externally driven cost pressure,” tambah Shinta.
Keadaan tersebut membuat perusahaan menghadapi tekanan ganda. Di satu sisi, biaya produksi meningkat. Di sisi lain, ruang untuk menaikkan harga jual produk cukup terbatas karena daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih dan persaingan pasar masih ketat.
Shinta menjelaskan bahwa dampak pelemahan rupiah tidak dirasakan secara merata oleh seluruh sektor industri. Perusahaan yang memiliki kandungan bahan baku lokal lebih tinggi atau memiliki pasar ekspor relatif lebih mampu bertahan karena memiliki perlindungan alami terhadap fluktuasi kurs. Sebaliknya, industri yang mayoritas bahan bakunya masih impor dan produknya dijual di pasar domestik akan menghadapi tekanan lebih besar. Dalam kondisi seperti itu, margin keuntungan perusahaan dapat tergerus, arus kas menjadi lebih ketat, dan ruang untuk ekspansi semakin terbatas.
“Kalau volatilitas nilai tukar tinggi, biaya produksi sulit diprediksi, dan tekanan eksternal terus berlanjut, maka appetite perusahaan untuk ekspansi tentu akan lebih berhati-hati. Jadi, bukan berarti semua investasi langsung berhenti, tetapi banyak perusahaan akan masuk ke mode wait and see, lebih selektif, dan menunda keputusan ekspansi sampai kondisi makro lebih stabil,” jelas Shinta.
Shinta berharap pemerintah bersama otoritas moneter terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan memperkuat kepercayaan pasar. Ia juga meminta pemerintah menekan berbagai sumber biaya ekonomi domestik seperti logistik, energi, perizinan, hingga biaya pembiayaan. Menurut Shinta, koordinasi yang kuat antara kebijakan fiskal, moneter, perdagangan, perindustrian, investasi, dan ketenagakerjaan menjadi penting agar proses stabilisasi ekonomi dapat berjalan tanpa mengorbankan pertumbuhan industri dan penciptaan lapangan kerja.
Dalam situasi ketika tekanan eksternal meningkat, pengurangan biaya-biaya domestik menjadi sangat penting agar industri tidak kehilangan daya saing. Pemerintah juga perlu memastikan kelancaran pasokan bahan baku dan energi bagi industri. Ketersediaan bahan baku, distribusi energi yang memadai, serta efisiensi rantai pasok menjadi kunci agar tekanan biaya tidak semakin besar, tutup Shinta menjelaskan.
Secara keseluruhan, pernyataan Shinta menegaskan bahwa pelemahan rupiah menambah beban bagi industri manufaktur, terutama bagi perusahaan yang bergantung pada impor. Pemerintah diharapkan dapat menstabilkan nilai tukar dan menekan biaya domestik agar industri tetap kompetitif dan dapat melanjutkan ekspansi ketika kondisi makro lebih stabil.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Persela Lamongan Kembali Menyambut Dendi Sulistiawan
Alkohol Dorong Rasa Gurih, Tambah Kalori, Bikin Berat Badan
Kebun Binatang Bandung Tunggu Izin Operasi, Faunaland Siap?
England 3-0 Kosta Rika: Gordon Menang, Keane Prediksi
Meksiko Kalahkan Afrika Selatan 2-0 di Piala Dunia 2026
FIFA World Cup 2026 di Roblox: 48 Tim, 6 Game, Live Update
Pelatihan BNSP: Sertifikat Trainer Menjadi Standar Nasional
