Rupiah Terancam Melemah, Target 17.050 Rp Minggu Depan
Gambar atau konten salah?
Nilai tukar rupiah diperkirakan akan kembali melemah pada perdagangan pekan depan. Prediksi ini didorong oleh penguatan indeks dolar AS dan meningkatnya ketegangan geopolitik global yang menekan harga minyak.
“Saat pembukaan pasar di hari Rabu kemungkinan besar rupiah ini akan melemah. Nah target saya minggu depan di Rp 17.050,” kata Ibrahim Assuaibi, Minggu, 22 Maret 2026.
Menurutnya, penguatan nilai tukar dolar menjadi faktor utama tekanan pada mata uang garuda. Dolar diperkirakan akan semakin pekas berkat kebijakan bank sentral banyak negara yang cenderung mempertahankan suku bunga tinggi.
Ia menambahkan bahwa beberapa negara, seperti Australia, bahkan menaikkan suku bunga di tengah kekhawatiran inflasi akibat lonjakan harga energi. Minyak mentah jenis Brent, patokan dunia, diperkirakan bergerak di kisaran US$ 113 hingga US$ 116 per barel.
“Kebijakan suku bunga tinggi kemungkinan besar akan terjadi kembali dan ini yang membuat indeks dolar kemungkinan akan menuju 101,10an dan ini akan berdampak terhadap kelemahan mata uang rupiah,” terangnya.
Di sisi lain, Bank Indonesia sudah melakukan berbagai upaya agar nilai tukar rupiah bisa kembali menguat. BI terus melakukan transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar internasional dan transaksi Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar dalam negeri.
Pemerintah juga berupaya melakukan efisiensi anggaran, bertujuan menjaga defisit anggaran tidak lebih dari 3% sesuai aturan yang ada.
“Secara domestik sebenarnya pemerintah dan Bank Indonesia sudah benar-benar berhati-hati bagaimana caranya agar rupiah ini kembali menguat. Tetapi eksternal itu begitu kuat, apalagi tentang impor bahan bakar minyak,” ucapnya.
Dengan kondisi global yang masih sangat memengaruhi, terutama lonjakan harga minyak, prospek rupiah tetap terancam meski ada upaya domestik untuk menstabilkannya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
