Saham Samsung Naik 4,8% Setelah Proyeksi Laba Rekor

Endah K. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 69 dibaca
Bisik.id
Saham Samsung Naik 4,8% Setelah Proyeksi Laba Rekor

Gambar atau konten salah?

Saham Samsung Electronics naik 4,8 % pada perdagangan hari Selasa. Kenaikan ini muncul setelah perusahaan teknologi asal Korea Selatan mengumumkan proyeksi keuntungan kuartal yang menakjubkan, berkat tingginya permintaan chip AI.

Dalam panduan pendapatan awal, Samsung memproyeksikan laba operasional periode Januari hingga Maret mencapai 57,2 triliun won, setara dengan USD 37,8 miliar atau Rp 604,8 triliun. Angka tersebut lebih dari delapan kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yaitu 6,69 triliun won. Jika tercapai, angka ini akan menjadi rekor kuartal baru bagi perusahaan.

Estimasi laba ini bahkan melampaui perkiraan para analis yang sebelumnya mematok angka 42,3 triliun won. Sementara itu, pendapatan konsolidasi diproyeksikan melonjak hampir 70 % menjadi 133 triliun won.

Peneliti Counterpoint Research, MS Hwang, menyebut pendapatan dan laba operasional kuartal pertama Samsung kini sejajar dengan perusahaan teknologi global raksasa lainnya. Panduan positif ini kemungkinan besar didorong oleh bisnis memori mereka.

Permintaan chip memori bandwidth tinggi (HBM) yang digunakan dalam komputasi AI memang sangat meledak selama setahun terakhir. Kondisi ini memicu kelangkaan pasokan sekaligus mendorong lonjakan harga bagi pembuat memori seperti Samsung.

Hwang memproyeksikan harga komoditas memori akan terus melonjak lebih dari 50 % pada kuartal kedua. Pasokan yang ketat di pasar tampaknya tidak akan mereda dalam waktu dekat.

Hasil ini juga mencerminkan keberhasilan Samsung dalam memperkuat posisinya di pasar chip memori bandwidth tinggi. Mereka perlahan mulai merebut kembali kepemimpinan dari pesaing senegaranya, SK Hynix.

Divisi Device Solutions yang menangani hardware memori menyumbang 39 % dari pendapatan Samsung dan 57 % dari laba operasional mereka pada tahun 2025 lalu. Perusahaan rencananya akan melaporkan pendapatan penuh pada akhir bulan ini.

Meskipun proyeksinya sangat bagus, perusahaan tetap menghadapi sejumlah tantangan tahun ini akibat konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah. Perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran telah mengganggu pengiriman material penting untuk pembuatan semikonduktor.

Salah satu material yang terhambat adalah helium, sehingga meningkatkan risiko gangguan produksi bagi perusahaan seperti Samsung dan SK Hynix. Jika konflik ini berlangsung selama beberapa bulan atau lebih, dampaknya akan sangat parah bagi keuntungan perusahaan.

Melihat tingginya ketergantungan industri teknologi pada rantai pasokan global, sepertinya pabrikan hardware memang harus segera mencari pemasok alternatif agar produksi tidak terancam mandek.

Dengan prospek keuntungan yang tinggi namun risiko pasokan yang nyata, Samsung berada di posisi menarik. Keberhasilan mereka di pasar memori tinggi memberi keunggulan kompetitif, tetapi ketidakpastian geopolitik tetap menjadi faktor penting yang harus dipantau.

Samsung Electronicschip AImemori bandwidth tinggikeuntungan kuartalpasokan heliumgeopolitikpasokan semikonduktor

Komentar

Memuat komentar...