Samsung Galaxy A57 Tanpa Telephoto, Fokus Ultra Wide Gen Z

Ayu W. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 70 dibaca
Bisik.id
Samsung Galaxy A57 Tanpa Telephoto, Fokus Ultra Wide Gen Z

Gambar atau konten salah?

Di segmen harga Rp 7‑8 jutaan, persaingan kamera smartphone semakin ketat. Banyak merek Android berlomba menanamkan lensa telephoto, bahkan periskop, demi foto zoom yang detail dan tajam.

Samsung memilih jalur berbeda untuk Galaxy A57. Alih‑alih mengikuti tren telephoto, perangkat ini hadir dengan konfigurasi kamera yang sama seperti pendahulunya: kamera wide, ultrawide, dan makro. Keputusan ini menimbulkan pertanyaan: kenapa Samsung tidak mengikuti arus?

Verry Octavianus, Head of MX Smartphone Category Management Samsung Electronics Indonesia, menjelaskan bahwa absennya telephoto bukan tanpa alasan. Semua bermuara pada siapa pengguna Galaxy A57 yang sesungguhnya disasar oleh Samsung.

"Balik lagi ke target. Siapa sih target kita? Yaitu awesome generation, anak muda Gen Z. Kalau kita lihat zaman sekarang, mereka suka nongkrong bareng. Yang mereka cari itu biasanya kamera 0,6x atau ultrawide," ujar Verry saat berbicara usai media handson Galaxy A57 di Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Ultrawide memang menjadi andalan ketika anak muda berkumpul dan ingin mengabadikan momen bersama dalam satu frame lebar. Berbeda dari telephoto yang lebih relevan untuk memotret objek jarak jauh, ultrawide menjawab kebutuhan foto sosial sehari‑hari.

Verry menambahkan bahwa segmen ini juga sangat mengutamakan kemudahan berbagi konten. "Yang pasti juga social‑ready. Mereka mau foto cepat tanpa gagal, dan hasilnya bisa langsung diunggah," jelasnya.

Untuk mendukung hal itu, Samsung meningkatkan ukuran piksel kamera di Galaxy A57, sehingga hasil foto lebih tajam meski dalam kondisi cahaya kurang ideal. Dari sisi video, peningkatan juga diklaim signifikan—noise reduction yang lebih baik dan image stabilization yang didukung oleh chipset Exynos 1680, khususnya dalam kondisi low light.

Verry juga mengingatkan bahwa pengguna Galaxy A57 bisa memperluas kemampuan kamera lewat aplikasi Camera Assistant yang tersedia di Galaxy Store. Fitur‑fitur tambahan di sana, menurutnya, menawarkan pengalaman yang sulit ditemukan di perangkat lain.

"Dari sisi kamera, banyak sekali yang bisa kita tweak lewat Camera Assistant di Galaxy Store. Kita bisa mendapatkan hal‑hal yang tidak didapatkan di tempat lain," kata Verry.

Selain itu, satu lagi fitur yang disematkan Samsung khusus menyasar gaya hidup anak muda adalah Private Album. Berbeda dari Secure Folder yang melindungi seluruh aplikasi dan data, Private Album difokuskan untuk menyimpan foto‑foto yang bersifat pribadi agar tidak terlihat saat ponsel dipinjam orang lain.

"Anak muda zaman sekarang nggak mau orang tuanya tahu semuanya karena itu privasi mereka. Fitur ini membantu menjaga privasi tersebut," ungkap Verry.

Dengan demikian, absennya telephoto di Galaxy A57 bukan sekadar keterbatasan, melainkan pilihan yang disengaja Samsung demi menyesuaikan kebutuhan nyata penggunanya. Pertanyaannya kini ada di tangan konsumen: apakah ultrawide dan fitur sosial sudah cukup, atau telephoto tetap menjadi keharusan di kelas harga segini?

Perkembangan kamera smartphone menengah terus berlanjut, dan setiap merek menyesuaikan strategi berdasarkan perilaku pengguna. Samsung menekankan bahwa fokus pada pengalaman sosial dan privasi menjadi kunci dalam memenangkan hati Gen Z.

Galaxy A57ultrawidetelephotoGen ZCamera AssistantPrivate AlbumExynos 1680

Komentar

Memuat komentar...