Samsung Tambah Nightography Video di Galaxy A57/A37 5G
Gambar atau konten salah?
Video dengan nuansa sinematik semakin populer di kalangan Gen Z. Banyak yang suka membagikan klip‑klip tersebut di media sosial, sehingga para produsen smartphone mulai menyesuaikan produk mereka.
Samsung menanggapi tren ini dengan menambahkan beberapa peningkatan pada Galaxy A57 5G dan Galaxy A37 5G. Kedua ponsel ini kini dilengkapi fitur Nightography Video yang dirancang khusus untuk rekaman malam. Selain itu, kedua model memakai sensor 0,8 μm Pixel ISP dan lensa wide yang membantu menangkap lebih banyak cahaya ketika penerangan minim.
Hasilnya, video yang diambil di malam hari diklaim menjadi lebih terang, detail, dan stabil. “Selain lebih terang, lebih cerah, pengambilannya sendiri juga ternyata jauh lebih stabil kalau dibandingkan generasi sebelumnya,” kata Annisa Maulina, MX Product Marketing Senior Manager Samsung Electronics Indonesia, dalam workshop yang diadakan di Bandung pada 09 Juni 2026.
Menurut Annisa, peningkatan ini disesuaikan dengan profil mayoritas pengguna Galaxy A Series, yakni orang berusia 25 hingga 35 tahun. Mereka aktif travelling, mencoba kuliner, dan sering membagikan konten ke media sosial.
Fenomena video sinematik ini sejalan dengan pertumbuhan platform seperti TikTok dan Instagram Reels. Akbar Nugroho, seorang Photographer Professional dan Content Creator, menjelaskan bahwa istilah “video sinematik” tidak resmi dalam dunia videografi, namun kini menjadi sinonim bagi konten yang menyerupai film profesional namun tetap mudah dinikmati di media sosial.
Akbar mengutip data yang menunjukkan bahwa unggahan video sinematik secara global mencapai sekitar 1,7 juta video per hari pada 2023, dan diproyeksikan meningkat menjadi 2,8 juta video per hari pada 2026. Ia menilai bahwa tren ini didorong oleh kemudahan pembuatan konten berkat kemampuan kamera smartphone yang semakin canggih.
“Yang dicari sekarang itu cerita. Daily life, travelling, atau aktivitas sederhana yang relatable. Itu yang membuat orang mau menonton sampai selesai,” ujar Akbar.
Menurutnya, video yang mampu menyampaikan suasana dan emosi lebih diminati dibandingkan unggahan foto. Akibatnya, format video sinematik terus menjadi favorit Gen Z, baik untuk mendokumentasikan perjalanan, aktivitas sehari‑hari, maupun momen sederhana yang ingin dibagikan ke media sosial.
Dengan fitur kamera yang lebih baik dan target pasar yang tepat, Samsung berupaya menjaga relevansi produk Galaxy A Series di mata konsumen muda. Sementara tren video sinematik menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, hal ini menandakan bahwa konten visual berkualitas tinggi tetap menjadi kunci dalam menarik perhatian pengguna media sosial.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Huawei Luncurkan MatePad Mini, Tablet Kompak Tipis 8,8
Galaxy Z Flip7 & Fold7: Desain Tipis, Ketahanan Tinggi, AI
Poco F8 Ultra Kembali Tersedia di Semua Kanal Resmi
Bencana Banjir di Jakarta: Ribuan Rumah Terendam Sementara
JisuLife Rilis Tiga Kipas Genggam: Ultra, Pro1S, Mini
Samsung Uji One UI 9 di Galaxy A17 5G, A34, A57, dan S25
Berita Terbaru
Pesta Siaga Kwarran Mojoroto di GOR Kediri Fokus Karakter
Toronto Siap Sambut Piala Dunia 2026 lewat PATH Bawah Tanah
Volkswagen Kritik Larangan ICE, Sarankan Pilihan Konsumen
Manchester United Jual Onana Tanpa Tawaran Gaji Tinggi
Harga Pertamax Naik, Purbaya: Beberapa Konsumen Pindah
Kemacetan Meningkat di Kelurahan Kapal Mengwi Saat Galungan
BMKG Prediksi Puncak Kemarau Agustus 2026 di 48,8% Wilayah
Kemenkes Luncurkan Cek Hati Gratis untuk Deteksi Fatty Liver
Mbappe Tanpa Gol di Persiapan Piala Dunia 2026, Top Skor LaLiga
