S&P Pertahankan Peringkat RI, OJK Sambut Positif

Bayu K. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
S&P Pertahankan Peringkat RI, OJK Sambut Positif

Gambar atau konten salah?

Standard & Poor's (S&P) Global Ratings memutuskan untuk mempertahankan Sovereign Credit Rating Indonesia di level BBB dengan Outlook Stabil. Keputusan ini langsung mendapat sambutan positif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menilai langkah S&P ini sebagai sinyal yang menggembirakan bagi perekonomian nasional. Menurutnya, keputusan tersebut menunjukkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia cukup kuat dan sistem keuangannya stabil meskipun situasi global sedang tidak menentu.

"Keputusan S&P mempertahankan peringkat kredit Indonesia dengan Outlook Stabil menunjukkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap terjaga di tengah ketidakpastian global," jelas Friderica dalam pernyataan resmi pada Selasa, 14 Juli 2026.

Ia menambahkan bahwa penilaian dari lembaga pemeringkat internasional itu menjadi pendorong bagi OJK untuk terus memperkuat kinerja sektor jasa keuangan. Reformasi di bidang ini akan terus dilanjutkan demi mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam laporannya, S&P menyebutkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih didukung oleh beberapa faktor utama. Permintaan domestik tetap kuat, kebijakan fiskal dijalankan secara hati-hati, dan kerangka kebijakan yang ada dinilai kredibel serta fleksibel dalam menjaga stabilitas makroekonomi.

OJK sendiri tidak tinggal diam. Berbagai langkah penguatan sektor jasa keuangan sudah dan sedang dijalankan. Beberapa di antaranya adalah:

  • Memperkuat pengawasan terintegrasi yang berbasis risiko
  • Mendalami pasar keuangan
  • Meningkatkan integritas dan tata kelola pasar
  • Mempercepat transformasi digital sesuai dengan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK)

Semua upaya ini bertujuan memperluas kapasitas sektor keuangan dalam mengumpulkan pembiayaan jangka panjang. Baik untuk dunia usaha maupun pembangunan nasional. Langkah-langkah tersebut juga mendukung agenda strategis Indonesia, seperti meningkatkan investasi, mentransformasi ekonomi, dan memperkuat daya saing di tingkat global.

Friderica menegaskan bahwa sektor jasa keuangan nasional saat ini berada dalam kondisi yang stabil. Hal ini didukung oleh permodalan yang kuat, likuiditas yang mencukupi, profil risiko yang terkendali, serta intermediasi yang terus berkembang. Semua faktor itu membuat sektor keuangan mampu menopang stabilitas sistem keuangan dan pembiayaan perekonomian.

Sebagai bagian dari Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), OJK berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama dengan Pemerintah, Bank Indonesia (BI), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Tujuannya jelas: menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Peringkat BBB dari S&P dengan outlook stabil menempatkan Indonesia pada level investment grade. Ini berarti surat utang pemerintah Indonesia dinilai layak investasi dengan risiko yang cukup rendah. Keputusan ini juga mencerminkan kepercayaan investor internasional terhadap pengelolaan ekonomi Indonesia di tengah tekanan global yang masih berlangsung.

S&PBBBoutlook stabilfundamental ekonomiOJKsektor jasa keuanganstabilitas sistem keuangan

Komentar

Memuat komentar...