Sarasehan Nasional Obligasi Daerah di Sumatera Selatan
Gambar atau konten salah?
Obligasi Daerah menjadi tema utama Sarasehan Nasional yang dimulai pada Selasa, 19 Mei 2026 pukul 10.00 WIB di Aston Palembang Hotel & Conference Centre. Acara ini diadakan oleh MPR RI dan menampilkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pejabat pemerintah, regulator, akademisi, hingga perwakilan sektor keuangan.
Para peserta terdiri atas wali kota, bupati, dan sekretaris daerah dari seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Selatan. Mereka berkumpul untuk membahas peluang penerbitan obligasi daerah sebagai alternatif pembiayaan pembangunan serta potensi instrumen investasi publik bagi masyarakat.
Secara khusus, Sekretaris DPD AMPI Provinsi Sumsel, Kemas Umar Jayanegara, mengapresiasi dukungan penuh dari berbagai pihak luar yang turut menyukseskan sarasehan ini sejak tahap persiapan. Ia menyampaikan, “Saya juga ucapkan terimakasih kepada detik.com yang telah mempersiapkan acara ini dari semalam. Kemudian, terkhusus kepada lembaga MPR RI Bapak Melkias Markus Mekeng yang telah men-support full acara ini. Semoga kegiatan sarasehan hari ini dapat membawa manfaat bagi kita semua, khususnya dalam membangun kabupaten, kota, Provinsi Sumatera Selatan lebih baik ke depan,” ujarnya.
Di ballroom hotel, sekitar 200 peserta hadir. Mereka antusias mengikuti jalannya forum, yang berlangsung di tengah ketergantungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pada dana transfer pemerintah pusat seperti Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus, dan Dana Bagi Hasil.
Oleh karena itu, pemerintah daerah diharapkan semakin mandiri dalam membiayai pembangunan dan meningkatkan pelayanan publik. Obligasi daerah dianggap sebagai solusi strategis untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah sekaligus membuka ruang partisipasi masyarakat dalam investasi publik.
Acara ini juga berfungsi sebagai forum diskusi mendalam mengenai peluang, tantangan, dan langkah strategis implementasi obligasi daerah di Indonesia. Selain sebagai instrumen pembiayaan, obligasi daerah dipandang berpotensi menjadi instrumen investasi publik yang melibatkan masyarakat dan lembaga keuangan.
Tujuan lain dari sarasehan ini adalah meningkatkan pemahaman pemerintah daerah, legislatif, akademisi, dan masyarakat tentang konsep serta mekanisme obligasi daerah, sekaligus mendorong partisipasi investor dalam investasi publik daerah melalui pasar modal.
Acara dimoderatori oleh Aline Wiratmaja dan dapat disaksikan melalui live streaming hingga pukul 13.00 WIB. MPR RI menegaskan pentingnya dialog ini untuk memperkuat kebijakan fiskal daerah.
Dengan melibatkan berbagai pihak, sarasehan nasional ini menegaskan bahwa obligasi daerah dapat menjadi alat penting dalam memperkuat keuangan daerah dan membuka peluang investasi publik bagi masyarakat Sumatera Selatan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
FESyar Sumatera 2026: Festival Ekonomi Syariah Palembang
Harga Emas Antam Palembang Turun Rp2,759.000 per Gram
Periksa Status PIP Juni 2026: Cek Online NISN & NIK
Damri: Rute Bus Palembang–Lampung, Harga Rp 200–228 Ribu
Sumsel Hormati Keputusan Presiden Makan Bergizi Gratis
PPPK Boleh Dapat Gaji ke-13 2026, Besar Sesuai Masa Kerja
Berita Terbaru
Jembatan Batang A: Lalu Lintas Satu Lajur, Rute Alternatif
Gubernur Jateng Atur Ulang Anggaran 2026 untuk Perbaikan Jalan
Slamet Santoso Resmi Bergabung Sokol Pyrzyce, Klub Polandia
Delapan Kabupaten Jatim Siaga Darurat Kekeringan Surabaya
Ronaldo Usia 41 Tahun Siap Menjuarai Piala Dunia 2026
Makanan Sederhana Dulu, Kini Warisan Kuliner Nasional
Bayi Orangutan Sumatera Lahir di Cagar Alam Jantho 2026
PHK Januari-April 2026: Jawa Barat Terbanyak, 5.044 Orang
